Tingginya permintaan midi dress itu diakui Dela Yosi, pegawai toko pakaian di Kediri Mal. Menurut Dela, pelanggannya memilih midi dress karena modelnya yang tidak ribet.
“Banyak diminati karena praktis,” katanya. Apalagi, orang yang mengenakannya tampak sopan. Baik bagi yang berhijab ataupun tidak.
“Paling laris selama satu minggu ini,” ungkap Dela. Midi dress ini berbeda dengan baju maxi atau dress panjang. Midi tidak menutupi kaki secara keseluruhan.
“Biasanya mereka beli tambahan celana, yang paling banyak ya legging hitam atau putih menyesuaikan midi dress yang dibeli,” lanjutnya.
Midi dress hadir dengan berbagai model dan motif, ada yang menyerupai gamis dengan potongan pendek, ada yang memiliki model tersendiri.
Adapun motif yang paling banyak adalah motif floral atau bunga-bunga atau bergaris. Anita, salah satu pengguna midi dress merasa lebih nyaman. Dress maxi atau gamis panjang membuatnya tidak bisa bergerak leluasa, dan cenderung tidak bisa dipakai di segala kesempatan.
“Gamis panjang tidak bisa dipakai di semua kegiatan, ribet juga,” ucap perempuan asal Kecamatan Banyakan itu.
Agar terlihat trendi, Anita memadukannya midinya dengan legging atau celana kain untuk kegiatan santai. Bisa untuk kuliah atau nongkrong, hingga kegiatan lebih formal.
Bisanya dia memadukan midi itu dengan rok panjang jenis plisket. “Midi itu gampang distyling, bisa dipadukan sama berbagai alas kaki juga seperti sepatu sneakers atau heels,” ucapnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian