JP RADAR KEDIRI-Jaket kulit merupakan salah satu fashion item yang tak lekang oleh waktu. Kesan elegan dan awet membuatnya jadi pilihan banyak orang. Namun, jika tidak dirawat dengan benar, jaket kulit bisa cepat retak dan kehilangan kilau alaminya. Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui cara penyimpanan yang tepat.
Penyebab Jaket Kulit Retak
Retaknya permukaan jaket kulit biasanya disebabkan oleh kelembapan ruangan yang tidak stabil, paparan sinar matahari langsung, kontak berlebihan dengan air, atau bahkan kebiasaan menyimpan jaket secara sembarangan. Semua faktor ini membuat kulit menjadi kering, kaku, dan akhirnya mudah pecah.
Cara Menyimpan Jaket Kulit dengan Benar
1. Bersihkan Secara Berkala
Debu dan kotoran kecil bisa menempel pada permukaan kulit tanpa Anda sadari. Jika dibiarkan menumpuk, pori-pori kulit akan tersumbat dan permukaan menjadi kusam. Gunakan kain microfiber lembut untuk mengelap jaket setiap kali selesai dipakai, dan lakukan pembersihan menyeluruh minimal sebulan sekali.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Jaket untuk Bermain dan Berangkat Kerja, Pria Wanita Bisa Pakai
2. Hindari Kontak dengan Air
Air adalah musuh utama kulit. Jangan mencuci jaket kulit dengan cara direndam atau dimasukkan ke mesin cuci. Jika terkena hujan, segera lap dengan kain kering, lalu gantung di ruangan bersuhu normal hingga kering dengan sendirinya. Jangan gunakan hair dryer atau panas langsung karena bisa membuat kulit kaku.
3. Hindari Kontak dengan Matahari Langsung
Menyimpan jaket kulit di tempat yang terkena sinar matahari langsung terlalu lama akan membuat warnanya pudar, permukaan mengelupas, dan akhirnya retak. Lebih baik simpan di lemari tertutup atau ruang teduh dengan pencahayaan alami yang tidak menyengat.
4. Gunakan Hanger Kayu atau Tebal
Jangan pernah menggantung jaket kulit menggunakan hanger kawat tipis karena bisa merusak bagian bahu. Pilih hanger kayu atau hanger padded (berlapis busa) agar bentuk jaket tetap proporsional dan tidak berubah meskipun disimpan lama.
Baca Juga: Penyebab Baju Putih Dicuci Menjadi Menguning dan Cara Mengatasinya
5. Simpan di Tempat yang Kering dan Sejuk
Kelembapan tinggi dapat memicu jamur tumbuh di permukaan kulit, sedangkan suhu panas membuatnya cepat kering. Simpan di ruang dengan suhu stabil, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, agar kualitas kulit tetap terjaga.
6. Simpan di Tempat dengan Sirkulasi Udara Baik
Lemari yang terlalu rapat dan pengap bisa menyebabkan jaket kulit lembap, bau apek, atau bahkan jamuran. Pastikan ada ventilasi udara yang cukup, atau gunakan lemari dengan celah kecil agar sirkulasi tetap terjaga.
7. Beri Pelembap Kulit Secara Berkala
Kulit adalah bahan alami yang membutuhkan nutrisi agar tetap lentur. Gunakan leather conditioner setiap 2–3 bulan sekali. Oleskan tipis-tipis menggunakan kain lembut, lalu biarkan meresap semalaman. Cara ini membuat jaket tetap halus, tidak kering, dan bebas retakan.
Baca Juga: Warna Baju yang Aman dan Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Biar Kulitmu Enggak Kelihatan Kusam
8. Jangan Dilipat Terlalu Lama
Melipat jaket kulit bisa menimbulkan garis permanen yang sulit hilang. Jika terpaksa melipat, pastikan hanya sebentar dan segera gantung kembali. Untuk perjalanan jauh, gunakan tas garment agar bentuk jaket tidak berubah.
9. Perbaikan Segera
Jika muncul retakan kecil, sobekan, atau warna mulai pudar, segera lakukan perawatan. Retakan yang dibiarkan akan melebar dan sulit diperbaiki. Anda bisa membawa jaket ke layanan perawatan kulit khusus agar kerusakan tidak semakin parah.
Tips Tambahan
Gunakan cover berbahan kain saat menyimpan jaket di lemari. Hindari penggunaan plastik karena dapat menahan kelembapan dan memicu jamur. Cover kain melindungi jaket dari debu, tapi tetap memungkinkan kulit “bernapas” sehingga kondisinya terjaga lebih lama.
Dengan perawatan dan penyimpanan yang tepat, jaket kulit Anda bisa awet hingga bertahun-tahun tanpa retak atau kusam. Rawat secara rutin agar selalu tampil menawan setiap kali digunakan.
Baca Juga: Lebih Baik Semprot Parfum di Kulit atau di Baju? Berikut Penjelasannya
Artikel ini Ditulis Oleh Redinta Rachma Ayshafa, Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Jauhar Yohanis