Berburu di pakaian bekas ini tidak hanya mendatangi outletnya. Tapi juga beramai-ramai mengunjungi festival thrift yang biasanya kerap dilakukan di berbagai kota. Salah satunya adalah festival thrift yang digelar di Gedung GNI Kota Kediri. Festiva itu menjadi ajang pecinta thrifting untuk berburu pakaian yang unik dan branded.
Dira, salah satu penjual pakaian bekas yang ikut buka lapak di festival di Gedung GNI itu mengatakan, konsumen yang datang di tempatnya cukup ramai. Dia menyajikan barang second hand mulai dari blouse, celana bahan denim, hingga kemeja dan pakaian berbahan rajut.
Menurutnya, pakaian yang ramai dicari adalah blouse simple minim motif ala pemeran wanita di drama korea. “Semuanya laku, tapi yang paling laris dan banyak dicari itu ya blouse simple korean look begini,” ujarnya perempuan asal Trenggalek tersebut.
Dira sendiri sudah sering mengikuti event thrifting. Menurutnya, setiap kota memiliki pasar pakaiannya sendiri-sendiri.“Beda-beda, kaya di Mojokerto atau di tempatku sendiri itu baju motif bunga-bunga banyak dicari, tapi kalau di Kediri atau Surabaya gitu lebih banyak beli yang modelnya simple dan minim motif” ucapnya.
Selain blouse korean look, Dira juga mengatakan bahwa celana jeans juga ramai diminati terutama yang modelnya cutbray dan model loose jeans. Juga baju bahan rajut meskipun tidak selaris blouse dan celana. Blouse di stan Dira sendiri dibanderol dengan harga Rp 35 ribu – Rp 65 ribu. Sementara celana jeans dari harga Rp 50 ribu – Rp 85 ribu. Ia membeli barang dagangannya dari Bandung dalam bentuk bal.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian