Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hutan Hujan Tropis Paru-Paru Dunia yang Kian Terancam

Internship Radar Kediri • Kamis, 21 Agustus 2025 | 06:10 WIB

Gambar hutan hujan tropis, Ilustrsasi BY Sora.ai
Gambar hutan hujan tropis, Ilustrsasi BY Sora.ai

JP Radar Kediri - Hutan hujan tropis sering dijuluki sebagai paru-paru dunia, karena perannya yang vital dalam menghasilkan oksigen sekaligus menyerap karbon dioksida. Tak hanya itu, hutan tropis juga menjadi rumah bagi jutaan spesies tumbuhan, hewan, hingga mikroorganisme yang mungkin belum pernah kita kenal sebelumnya.

Namun, di balik keindahan dan kekayaan hayatinya, hutan hujan tropis kini menghadapi ancaman serius. Penebangan liar, alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan pertambangan, serta dampak perubahan iklim membuat luas hutan tropis semakin menyusut dari tahun ke tahun.

Jika hal ini terus dibiarkan, bukan hanya spesies flora dan fauna yang kehilangan habitatnya, tetapi juga manusia akan merasakan dampak buruknya. Dari krisis air bersih, cuaca ekstrem, hingga meningkatnya emisi karbon yang memperparah pemanasan global.

Baca Juga: Bahaya Mikroplastik, Racun Laut yang Diam-Diam Masuk ke Tubuh Kita!

Kehebatan Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Meski hanya menutupi sekitar 2% dari daratan Bumi, mereka adalah rumah bagi hingga 50% spesies makhluk hidup dunia banyak yang bahkan belum teridentifikasi ilmiah
Encyclopedia Britannica.

Hutan ini juga menjadi penyunat paling tangguh untuk karbon: menyerap lebih dari 50% dari CO₂ atmosfer yang diserap oleh tanaman tiap tahun. Saat hutan ditebang, karbon itu dilepas kembali memperparah pemanasan global
Encyclopedia Britannica.

Baca Juga: 7 Hewan Langka Indonesia yang Hampir Punah, Nomor 3 Cuma Tinggal Ratusan Ekor!

Tak hanya itu, transpirasinya menciptakan uap air yang mendorong hujan. Misalnya, di Amazon, hutan ini menghasilkan sendiri sekitar 50% hujan lokal. Jika hilang, daerah sekitarnya bisa mengalami kekeringan parah
Encyclopedia Britannica.
Manfaat lain hutan menjadi sumber bahan pangan, obat-obatan, serta kayu dan non kayu seperempat obat modern berasal dari tumbuhan ini

Ancaman Terhadap Hutan Hujan Tropis

Setiap menit, area seluas 11 lapangan sepak bola hilang akibat deforestasi di area tropis. Pada 2022, total kehilangan mencapai 4,1 juta hektar menghasilkan 2,7 gigaton emisi CO₂ setara dengan emisi tahunan India
Coalition for Rainforest Nations.

Baca Juga: Misterius dan Menawan! 7 Fakta Burung Hantu yang Jarang Diketahui Orang

Di Amerika Latin, deforestasi melonjak contohnya, di Bolivia hilangnya hutan primer meningkat 200%, sekitar 15.000 km² pada 2024, lebih banyak dari sebelumnya dan melepaskan emisi karbon lebih tinggi dibanding India.

Perluasan lahan pertanian (seperti sawit, kedelai, peternakan sapi), penebangan kayu, pertambangan, serta pembangunan jalan menjadi penyebab utama hilangnya hutan tropis.

Selain deforestasi, kekeringan ekstrim didorong oleh El Niño dan pemanasan iklim semakin mengancam keutuhan Amazon

Apa Kerusakan yang Terjadi?

Biodiversitas musnah Erahutan yang hilang menyebabkan habitat rusak, fragmentasi kawasan, punahnya spesies unik, dan rusaknya fungsi ekosistem seperti penyerbukan dan daur nutrisi.

Tanah dan erosi tergerus Rambut akar yang hilang membuat tanah mudah hanyut saat hujan menyumbat sungai, meningkatkan banjir, dan memperburuk erosi.

Baca Juga: Bukan Kucing Biasa! Inilah Fakta Kucing Hutan yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Hilangnya kendali iklim Pemanasan meningkat, pola curah hujan berubah, dan banjir atau kekeringan menjadi lebih ekstrem tanpa hutan sebagai penyeimbang.

Upaya Melindungi Hutan Tropis

Kolaborasi global: Konferensi seperti Three Basins Summit menyatukan negara-negara dengan hutan tropis besar untuk bersinergi menyelamatkan Amazon, Kongo, dan Borneo Mekong.

Aksi lokal: Akactivis seperti Farwiza Farhan di Sumatra berhasil menekan laju deforestasi melalui pendekatan komunitas, penegakan hukum, dan edukasi lokal.

Baca Juga: Bukan Pohon Biasa! Ini Fakta Mengejutkan Tentang Beringin yang Jarang Diketahui

Hutan hujan tropis bukan sekadar bentang alam hijau yang indah, melainkan penopang utama kehidupan di bumi. Dari menghasilkan oksigen, menjaga keseimbangan iklim, hingga menjadi rumah bagi jutaan spesies, perannya sangat vital bagi kelangsungan hidup manusia maupun makhluk hidup lainnya. Namun, ancaman deforestasi, ekspansi lahan, dan perubahan iklim membuat keberadaan hutan hujan tropis semakin terhimpit.

Menjaga hutan hujan bukan hanya tugas negara tertentu, melainkan tanggung jawab global. Setiap langkah kecil yang kita lakukan, seperti mengurangi konsumsi produk berbasis sawit tidak berkelanjutan, mendukung produk ramah lingkungan, hingga ikut kampanye pelestarian hutan, dapat memberi dampak besar untuk masa depan bumi.

Jika hutan hujan tropis hilang, bukan hanya hewan dan tumbuhan yang punah, tetapi kita semua juga akan kehilangan sumber kehidupan. Karena itu, melindungi hutan hujan berarti melindungi masa depan generasi yang akan datang.

Author: Muhammad Rafli Wicaksono

PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pemanasan global #perubahan iklim #Paru Paru Dunia #hutan hujan tropis #el nino