JP Radar Kediri - Di era serba digital seperti sekarang, belanja online, transfer uang, hingga mengirim dokumen penting bisa dilakukan hanya lewat sentuhan layar. Sayangnya, kemudahan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai modus penipuan online dan phishing.
Bahkan, banyak orang yang merasa “saya nggak mungkin tertipu” justru menjadi korban karena kelihaiannya para pelaku dalam menyamar dan memanipulasi.
Modusnya pun makin canggih mulai dari email palsu yang terlihat resmi, pesan WhatsApp dengan link mencurigakan, hingga situs web tiruan yang mirip aslinya. Jika lengah sedikit saja, data pribadi, kata sandi, bahkan saldo rekening bisa lenyap dalam hitungan menit.
Baca Juga: Gak Perlu Colok! Teknologi Pengisian Daya Nirkabel Ini Super Praktis
Kenali Ciri Penipuan Online & Phishing
Sudah tahu, modus penipuan itu banyak ragamnya. Mulai dari email phishing yang berpura-pura resmi, pesan WA berisi link mencurigakan, sampai situs tiruan yang nyaris mirip aslinya. Kalau nggak hati-hati, data atau dompet bisa langsung melayang.
Email atau pesan mendesak dan mengancam "Akunmu diblokir!" atau "Segera verifikasi sekarang!" itu salah satu sinyal bahaya yang sering dipakai penipu. Alamat pengirim mirip tapi aneh hati-hati dengan tambahan huruf atau angka kecil pada domain atau emailnya. Kesalahan ejaan atau tata bahasa pesan resmi biasanya rapi; kalau banyak typo, patut curiga.
Jangan Asal Klik Link
Kalau dapat link dari sumber tak dikenal, jangan buru-buru klik. Lebih baik kamu buka browser, ketik langsung alamat resmi situs itu. Terutama untuk perbankan atau login akun penting, ketik manual saja.
Pastikan Website Aman
Sebelum isi informasi:
Lihat apakah URL dimulai dengan HTTPS dan ada ikon gembok .
Hanya gunakan situs resmi dan tepercaya, terutama untuk transaksi keuangan.
Baca Juga: Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Sampah Elektronik bagi Lingkungan
Lapisi dengan Keamanan Tambahan
Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) untuk akun penting.
Jika tersedia, gunakan metode lebih kuat seperti otentikasi biometrik atau passkey
Lapisi dengan Keamanan Tambahan
Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) untuk akun penting.
Jika tersedia, gunakan metode lebih kuat seperti otentikasi biometrik atau passkey
Hati-hati dengan Tautan dari WhatsApp
Waspadai nomor asing, nama pengirim resmi otomatis atau centang hijau di WhatsApp business bisa membantu identifikasi.
Jangan klik tautan apapun yang masuk tanpa verifikasi - blokir atau laporkan jika mencurigakan.
Baca Juga: Kenapa Semua Orang Beralih ke Cloud Storage? Ini Alasannya
Di tengah derasnya arus informasi dan kemudahan transaksi digital, kewaspadaan menjadi kunci utama. Penipuan online dan phishing tidak pandang bulu siapa saja bisa jadi korban jika lengah. Modusnya akan terus berkembang, tapi prinsipnya tetap sama: pikir dulu sebelum klik, periksa sebelum percaya.
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang sudah dibahas, kita bisa meminimalkan risiko kehilangan data, uang, maupun kepercayaan diri akibat ulah penipu. Edukasi diri dan orang terdekat, karena semakin banyak yang paham, semakin kecil peluang pelaku kejahatan digital untuk beraksi.
Author: Muhammad Rafli Wicaksono
PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira