Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bukan Cuma di Darat, Indonesia Punya Gunung Api 'Raksasa' Tersembunyi di Laut

Internship Radar Kediri • Kamis, 14 Agustus 2025 | 06:00 WIB

Gambar gunung berapi di bawah laut ilustrasi BY Sora.ai
Gambar gunung berapi di bawah laut ilustrasi BY Sora.ai

JP Radar Kediri - Indonesia dikenal sebagai negara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik. Artinya, negeri ini punya ratusan gunung api aktif. Tapi tak semua menjulang di daratan. Sebagian tersembunyi di kedalaman laut, membentuk fenomena alam yang jarang diketahui banyak orang.

Gunung api bawah laut bukan sekadar pemandangan memukau. Di sekitarnya hidup beragam biota laut, mulai terumbu karang berwarna-warni sampai ikan eksotis yang sulit ditemui di tempat lain.

Tak heran, kawasan ini jadi incaran para penyelam dan peneliti. Namun, di balik keindahan itu, ada risiko besar. Aktivitas vulkanik di dasar laut bisa memicu gempa, tsunami, bahkan mengubah ekosistem secara drastis.

Baca Juga: 7 Hewan dengan Sistem Pertahanan Diri Paling Unik di Dunia

Apa Itu Gunung Api Bawah Laut?
Gunung api bawah laut terbentuk dari tumpukan material vulkanik di dasar laut. Tingginya bisa mencapai lebih dari 1 kilometer dari dasar laut, tapi puncaknya tetap terendam air. Saat meletus, magma yang bertemu air laut akan membentuk lava bantal struktur unik yang memukau namun berbahaya.

Deretan Gunung Api Bawah Laut di Indonesia
Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut ada beberapa gunung api bawah laut yang cukup terkenal di Indonesia:

Banua Wuhu (Sulawesi Utara): Pernah muncul jadi pulau sementara tahun 1835–1919, terakhir meletus pada 1919.

Baca Juga: Bukan Cuma Cantik! Ini Fakta Menarik Terumbu Karang yang Jarang Diketahui

Emperor of China (Laut Banda Barat Laut): Menjulang 1.500 meter dari dasar laut pada kedalaman 2.850 meter.

Hobal (Flores Timur): Juga dikenal sebagai Ile Werung, terakhir meletus 1999.

Yersey (Laut Banda Selatan): Punggungannya setinggi sekitar 600 meter dari dasar laut.

Submarine Volcano 1922 (Sangihe Talaud): Meletus pertama kali tercatat pada 1922.

Baca Juga: Mengenal Mangrove, Pohon Sederhana yang Diam-Diam Tahan Tsunami dan Sedot Karbon!

Dua Sisi Gunung Api Bawah Laut
Keberadaan gunung api bawah laut memperkaya ekosistem, mulai dari terumbu karang hingga jalur migrasi hewan laut. Tapi, bahayanya tidak main-main:

Longsor bawah laut bisa memicu tsunami.

Lava baru bisa merusak habitat biota dasar laut.

Pulau bisa muncul dan tenggelam dalam waktu singkat.

Karena itu, pemantauan dan penelitian sangat penting. Gunung api bawah laut bukan hanya kekayaan alam yang indah, tapi juga ancaman tersembunyi yang perlu diwaspadai.

Author: Muhammad Rafli Wicaksono

PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#vulkanik #cincin api pasifik #gunung api bawah laut #lava gunung berapi #fenomena alam