JP Radar Kediri - Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Dari hutan hujan tropis di Sumatra hingga terumbu karang indah di Raja Ampat, negeri ini menjadi rumah bagi ribuan spesies unik yang tidak ditemukan di tempat lain. Namun, keindahan ini sedang terancam.
Banyak hewan langka kita berada di ambang kepunahan akibat perburuan liar, perdagangan ilegal, hilangnya habitat, dan perubahan iklim. Jika tidak ada langkah serius untuk melindungi mereka, kita bisa kehilangan makhluk-makhluk ini selamanya, sekaligus merusak keseimbangan alam.
Berikut beberapa satwa langka Indonesia yang terancam punah:
Badak Jawa – Populasinya tinggal kurang dari 70 ekor dan hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon. Ancaman terbesar berasal dari perburuan, hilangnya habitat, dan bencana alam.
Baca Juga: 7 Hewan dengan Sistem Pertahanan Diri Paling Unik di Dunia
Harimau Sumatera – Satu-satunya harimau yang tersisa di Indonesia, jumlahnya hanya sekitar 150–400 ekor. Deforestasi dan perburuan ilegal menjadi ancaman utama.
Macan Tutul Jawa – Predator besar terakhir di Pulau Jawa, populasinya hanya sekitar 188–571 ekor. Kehilangan habitat akibat pembangunan membuat wilayah jelajahnya semakin sempit.
Jalak Bali – Burung cantik berwarna putih dengan mata biru ini terancam punah karena perdagangan ilegal dan pembangunan yang merusak habitatnya.
Baca Juga: Inilah Deretan Fakta Menarik tentang Lumba-Lumba yang Jarang Diketahui
Belangkas Hijau Sulawesi – Kura-kura langka yang hanya ada di Sulawesi. Populasinya kini tinggal sekitar 250 ekor akibat perburuan dan perusakan habitat.
Rusa Bawean – Hanya hidup di Pulau Bawean, jumlahnya sangat sedikit dan terancam oleh gangguan manusia serta tumbuhan asing yang merusak habitat.
Kukang Jawa – Primata bermata besar ini sering diburu untuk dijadikan hewan peliharaan. Meski dilindungi, perburuan masih marak karena penegakan hukum yang lemah.
Baca Juga: Kenalan dengan Moose, Si Rusa Raksasa dari Hutan Utara
Satwa langka Indonesia adalah warisan berharga yang tak ternilai. Menjaga mereka berarti menjaga ekosistem dan identitas bangsa. Jika tidak bertindak sekarang mulai dari melindungi hutan, menghentikan perburuan, hingga mendukung program konservasi generasi mendatang mungkin hanya akan melihat mereka dari foto atau cerita.
Author: Muhammad Rafli Wicaksono
PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira