Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Gecko Hias Si Reptil Cantik dengan Warna Memukau!

Ilmidza Amalia Nadzira • Rabu, 13 Agustus 2025 | 01:00 WIB

Gambar hewan Gecko
Gambar hewan Gecko

JP Radar Kediri - Gecko hias, atau tokek hias, kini menjadi salah satu hewan peliharaan eksotis yang tengah digandrungi pecinta reptil di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dengan tubuh mungil, warna kulit yang memukau, serta pola unik yang terlihat seperti karya seni alami, gecko hias mampu mencuri perhatian siapa saja yang melihatnya.

Tidak hanya itu, reptil ini juga memiliki sifat tenang, perawatan yang relatif mudah, dan daya tahan tubuh yang cukup kuat, sehingga cocok dipelihara oleh pemula maupun kolektor berpengalaman.

Tren memelihara gecko hias semakin marak seiring berkembangnya komunitas pecinta reptil di media sosial, yang sering membagikan foto dan video gecko dengan berbagai corak dan warna yang memukau.

Baca Juga: Kenalan dengan Moose, Si Rusa Raksasa dari Hutan Utara

Uniknya, gecko hias tidak hanya sekadar hewan peliharaan, namun juga menjadi bagian dari gaya hidup, yang di mana keindahan dan keunikannya sering dijadikan bahan fotografi dan konten kreatif.

Pengenalan dan Keunikan Gecko Hias
Gecko hias, seperti Leopard Gecko (Eublepharis macularius), menjadi favorit banyak pecinta reptil karena warna dan pola tubuhnya yang memukau. Aslinya hidup di dataran berbatu dan beriklim kering di Asia Selatan, seperti Afghanistan dan India, gecko jenis ini kini mudah ditemukan di terrarium sebagai hewan peliharaan berkat kemampuan adaptasi dan karakteristik jinaknya.

Jenis-Jenis Gecko Hias
Ada berbagai jenis gecko hias yang sering dijadikan peliharaan, di antaranya
Leopard Gecko Salah satu jenis yang paling populer, memiliki pola tutul seperti macan tutul dan tersedia dalam banyak morph warna.
Crested Gecko Memiliki jambul khas di atas mata dan punggungnya, serta warna bervariasi dari oranye, krem, hingga cokelat.
Tokek Ekor Lemak (Fat-Tailed Gecko) Berasal dari Afrika Barat, memiliki ekor besar sebagai cadangan lemak.
Gargoyle Gecko Dikenal dengan bentuk kepala menyerupai gargoyle dan warna yang dramatis.

Baca Juga: Inilah Deretan Fakta Menarik tentang Lumba-Lumba yang Jarang Diketahui

Habitat yang Ideal
Untuk merawatnya dengan baik, gecko butuh terrarium yang menyerupai habitat aslinya. Rekomendasi habitat meliputi wadah kaca atau plastik dengan ventilasi baik, ukuran minimal 20-galon panjang, alas berupa kerikil besar, tanah khusus vivarium, atau bioactive substrate hindari pasir yang bisa menyebabkan impaksi saat tertelan. Suhu ideal berkisar antara 70 °F (21 °C) di malam hari hingga 90 °F (32 °C) di siang hari, sementara pencahayaan UVB dalam kadar rendah membantu metabolisme sehat.

Kebutuhan Cahaya, Suhu, & Kelembapan
Gecko membutuhkan siklus cahaya 12 jam per hari. Lampu UVA/UVB dengan timer membantu mensimulasikan siang malam secara alami serta mendukung penyerapan kalsium. Suhu ideal menjaga metabolisme tetap aktif, sedangkan kelembapan yang seimbang membantu proses pergantian kulit dan mencegah gangguan seperti retained shed.

Pola Makan dan Nutrisi
Gecko adalah karnivora serangga. Terapi nutrisi meliputi jangkrik, ulat hongkong, atau ulat bambu disarankan untuk "gut-loading" (memberi nutrisi pada serangga sebelum dimakan) serta menambahkan debu kalsium dan vitamin D3 untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah MBD (Metabolic Bone Disease).

Baca Juga: Gak Cuma Besar, Ini Fakta Tentang Paus yang Bikin Kamu Makin Takjub

Perilaku & Interaksi
Beberapa jenis gecko, seperti Leopard Gecko, cukup jinak dan mengenali pemiliknya lewat bau. Meski demikian, mereka tidak memerlukan interaksi berlebihan dan dapat stres jika terlalu sering digenggam. Gecko juga memiliki kemampuan melepas ekor (autotomy) saat terancam meskipun ekor dapat tumbuh kembali, bentuknya sering kali berbeda dari aslinya.

Kesehatan & Masalah Umum
Kondisi lingkungan yang tidak ideal untuk gecko seperti suhu rendah atau kelembapan tinggi dapat mengakibatkan gecko tidak nafsu makan atau bahkan mengalami masalah kesehatan seperti impaksi. Gecko juga rentan terhadap masalah mata, termasuk infeksi dan retained shed di area mata, sehingga kebersihan kandang dan kelembapan yang terjaga penting untuk pencegahannya.

Gecko hias bukan hanya sekadar reptil peliharaan, tetapi juga simbol keindahan alam yang dibawa ke dalam rumah. Dengan corak dan warna yang menawan, perilaku unik, serta perawatan yang relatif mudah, gecko hias mampu memberikan pengalaman memelihara hewan yang menyenangkan sekaligus menenangkan.

Meski begitu, penting bagi calon pemilik untuk memahami kebutuhan dasar gecko, mulai dari suhu, kelembapan, hingga pola makan yang tepat, demi memastikan kesejahteraan hewan ini.

Keberadaan gecko hias juga membuka peluang edukasi, terutama dalam mengenalkan keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga habitat asli reptil di alam liar. Dengan merawatnya secara bertanggung jawab, kita turut berkontribusi pada pelestarian satwa unik ini, sekaligus menikmati pesona eksotis yang dibawanya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Author: Muhammad Rafli Wicaksono

PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pecinta reptil #Reptil Eksotis #leopard gecko #hewan peliharaan #Gecko