JP Radar Kediri - Dalam deretan sayuran lokal yang kerap menghiasi meja makan masyarakat Jawa, kluwih mungkin bukan pilihan utama. Namun, siapa sangka, di balik tampilannya yang sederhana, kluwih menyimpan segudang manfaat luar biasa untuk kesehatan tubuh. Tanaman yang masih satu keluarga dengan sukun ini sering diolah menjadi sayur lodeh atau santan, dan dikenal punya cita rasa khas yang empuk dan berserat.
Meski pamornya kalah tenar dibanding superfood impor, kluwih sejatinya layak disebut sebagai pangan lokal bernutrisi tinggi. Kandungan serat, vitamin, serta antioksidannya membuat kluwih bukan sekadar pelengkap masakan, tapi juga sahabat baik bagi kesehatan. Sayangnya, belum banyak yang tahu khasiatnya.
Menjaga Kesehatan Pencernaan
Kluwih kaya akan serat pangan sekitar puluhan gram serat per 100 g biji rebus yang membantu memperlancar peristaltik usus serta mencegah sembelit. Serat ini juga berperan sebagai prebiotik yang memberi “makan” bagi bakteri baik di usus, mendukung kesehatan mikrobiota usus dan penyerapan nutrisi optimal. Hasilnya buang air besar lebih lancar, risiko gangguan cerna menurun, dan pencernaan pun lebih sehat.
Baca Juga: Awas Salah Pakai! Ini Manfaat & Efek Samping Lidah Buaya yang Jarang Diketahui.
Mengontrol Gula Darah & Potensi Anti Diabetes
Ekstrak daun kluwih mengandung flavonoid dan artocarpine senyawa hipoglikemik alami yang berefek menurunkan kadar glukosa darah hingga 68,99 % pada penelitian hewan percobaan, serta meminimalkan kerusakan jaringan pankreas. Sebagai buah, kluwih juga memiliki indeks glikemik rendah berkat serat kompleksnya, membantu memperlambat penyerapan gula sehingga cocok bagi penderita diabetes atau yang ingin menjaga kadar glukosa tetap stabil.
Menurunkan Kolesterol & Menyehatkan Jantung
Serat dan senyawa antioksidan dalam kluwih efektif membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL)
Biotifor. Tak hanya itu, kandungan kalium membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: Bukan Cuma Pengharum Makanan, Ini Segudang Manfaat Ajaib Kayu Manis untuk Tubuh
Mendukung Sistem Imunitas Tubuh
Kluwih mengandung vitamin C tinggi, yang berperan sebagai antioksidan untuk melindungi sel dari kerusakan radikal bebas. Vitamin ini juga mendukung produksi sel darah putih sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi.
Menyehatkan Mata & Tulang
Vitamin A dan beta-karoten dalam kluwih merupakan nutrisi inklusif untuk menjaga fungsi retina dan penglihatan, sekaligus mempertahankan elastisitas kulit. Selain itu, kalsium, fosfor, dan vitamin D alami mendukung kesehatan tulang dan bisa membantu mencegah osteoporosis.
Memberi Energi Bertahap & Membantu Diet
Karbohidrat kompleks dalam kluwih menyediakan energi stabil tanpa lonjakan gula darah. Serat tinggi pun membantu menciptakan rasa kenyang lebih lama, cocok bagi yang menjalankan program penurunan berat badan. Kalori rendah menjadikannya alternatif pengganti nasi atau kentang yang lebih sehat.
Baca Juga: Tak Hanya Mahal, Ini Khasiat Ajaib Gaharu yang Jarang Diketahui Orang
Cara Mengolah Kluwih & Tips Aman Konsumsi
Pilih bije kluwih segar yang sudah tua (kulit mengeras dan warna interior tidak terlalu putih).
Kupas kulit keras hingga bagian kuning lembut, potong kecil, lalu rebus minimal 15–20 menit.
Bisa ditumis dengan bumbu rempah (bawang putih, daun salam, lengkuas) atau direbus jadi sayur lodeh agar rasa netral dan nikmat.
makan dalam porsi wajar karena serat tinggi bisa menyebabkan kembung bagi sebagian orang jika berlebihan.
Kini, setelah mengetahui manfaat luar biasanya mulai dari melancarkan pencernaan, menjaga kadar gula darah, hingga meningkatkan daya tahan tubuh tidak ada salahnya untuk mulai menghadirkan kluwih di meja makan Anda. Selain menyehatkan, Anda juga turut melestarikan warisan pangan Nusantara yang kaya manfaat. Mari mulai mencintai apa yang tumbuh di tanah kita sendiri, karena kadang yang paling berkhasiat justru tersembunyi di balik kesederhanaan.
Authro: Muhammad Rafli Wicaksono
PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira