Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wajib Tahu! Ini Alasan Kopi Bisa Punya Rasa Buah, Madu, hingga Tiramisu

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 24 Juli 2025 | 00:30 WIB

Gambar orang menyeduh kopi
Gambar orang menyeduh kopi

JP Radar Kediri - Pernahkah kamu meminum secangkir kopi yang tercium aroma manis seperti madu atau rasa asam segar seperti buah-buahan? Atau kalian pernah membaca kemasan kopi yang kalian beli ada keterangan notes tiramisu dan karamel? Banyak yang mengira rasa itu ditambahkan perisa.

Padahal, semua rasa yang muncul itu murni berasal dari biji kopi itu sendiri. Mulai dari varietas tanaman, cara petani memproses buah kopi setelah dipanen, teknik sangrai (roasting), hingga metode seduh semuanya punya peran penting dalam menciptakan rasa kompleks yang membuat kopi specialty begitu istimewa.

Varietas Biji Kopi Punya DNA Rasa Tersendiri
Biji kopi Arabika mengandung ribuan senyawa aromatik alami. Misalnya, varietas Ethiopian Heirloom kaya aroma berry dan floral, sedangkan Bourbon atau Typica menampilkan karakter kacang atau cokelat.

Ini bukan sekadar cerita data dari analisis ribuan tas roasting menunjukkan kategori rasa spesifik muncul berulang sesuai varietas atau asalnya.

Baca Juga: Rempah Sejuta Manfaat! Ini Alasan Kenapa Merica Hitam Wajib Ada di Dapur Anda

Metode Pascapanen yang Mengubah Rasa
Cara pengolahan setelah panen sangat menentukan.
Natural (buah utuh dikeringkan) biji menyerap sedikit demi sedikit gula dan senyawa buah, sehingga rasa fruity seperti stroberi, mangga, hingga berry sangat kemungkinan muncul.
Honey process biji dibiarkan menempel sebagian dengan lapisan lendir (mucilage), menghasilkan rasa manis madu hingga karamel ringan.
Washed process daging buah dibersihkan lebih awal, menghadirkan rasa kopi yang lebih bersih, cerah, dan cenderung.

Roasting (Reaksi Kimia Memunculkan Karakter Rasa)
Light roast mempertahankan rasa berry, floral, dan acidity alami.
Medium roast mulai menampilkan notes madu, karamel, cokelat, kacang.
Dark roast mendominasi rasa pahit, smoky, dan earthy rasa buah cenderung tertutup.

Tingkat Gilingan Kopi Juga Menentukan rasa
Selain varietas, proses, dan roasting, ternyata tingkat gilingan kopi juga memegang peran penting dalam menghadirkan cita rasa unik di cangkirmu.

Baca Juga: Bukan Cuma Pengharum Makanan, Ini Segudang Manfaat Ajaib Kayu Manis untuk Tubuh
1. Gilingan Kasar (Coarse Grind)
Biasanya digunakan untuk French Press, Cold Brew, atau metode seduh yang membutuhkan waktu lama. Partikel bubuk kopi yang besar membuat air mengekstrak rasa dengan pelan. Menghasilkan Rasa lebih ringan, smooth, acidity (keasaman) lebih lembut, dan notes fruity dan floral sering muncul dengan clean finish.
2. Gilingan Halus (Fine Grind)
Cocok untuk Espresso, Moka Pot, di mana air bertekanan tinggi melewati bubuk yang sangat halus. Proses ekstraksi yang cepat menghasilkan Rasa lebih intens, body pekat, creamy, dan notes dessert seperti tiramisu, cokelat, kacang lebih dominan.

Metode Seduh Memunculkan Beragam Aroma
Pour-over (V60, Chemex) menghasilkan profil rasa yang bersih dan jelas fruity dan floral dominan.
Espresso dengan karakter pekat, body penuh, dengan notes dessert seperti tiramisu, cokelat, nuts.
Cold brew lebih smooth, rendah asam, cenderung honey like dan lembut. Semua tergantung teknik dan ekstraksi yang digunakan.

Baca Juga: Awas Salah Pakai! Ini Manfaat & Efek Samping Lidah Buaya yang Jarang Diketahui.

Cupping & Coffee Flavor Wheel
Barista dan roaster menggunakan Coffee Flavor Wheel (Specialty Coffee Association) untuk mengklasifikasikan dan menyebut rasa yang terdeteksi, seperti honey, berry, stone fruit, cokelat, dan lainnya. Ini bukan bumbu tambahan tapi bahasa universal untuk mendeskripsikan rasa alami dalam cangkir kopi.

Rasa buah, madu, hingga tiramisu dalam kopi bukanlah sekadar mitos atau tambahan perisa buatan. Semuanya lahir dari kombinasi alami antara varietas biji, cara pengolahan, teknik roasting, hingga metode penyeduhan. Bahkan, tingkat kasar atau halusnya gilingan ikut menentukan karakter rasa di setiap tegukan.

Kini, setiap kali menyeruput kopi, kamu tak lagi hanya menikmati aroma dan rasanya, tapi juga menghargai perjalanan panjang biji kopi itu sendiri mulai dari kebun hingga akhirnya hadir di gelasmu. Jadi, jangan heran jika secangkir kopi bisa menyuguhkan pengalaman rasa layaknya sebuah karya seni.

Author: Muhammad Rafli Wicaksono

PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#menyeduh #madu #buah #tiramisu #kopi #rasa