Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Misteri Ayam dan Telur, Duluan Mana Menurut Ilmiah dan Filosofinya?

Internship Radar Kediri • Senin, 16 Juni 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi anak ayam yang baru menetas di dalam cangkang telur
Ilustrasi anak ayam yang baru menetas di dalam cangkang telur

JP Radar Kediri – Pertanyaan “Ayam dulu atau telur?” bukan sekadar candaan iseng saat ngobrol santai di warung kopi atau di tengah pelajaran biologi yang membosankan. Ini adalah teka-teki klasik yang sudah membingungkan banyak orang sejak dulu.

Meskipun terdengar sepele, pertanyaan ini menyimpan rasa penasaran yang dalam tentang asal-usul makhluk hidup, khususnya mengenai siapa yang pertama kali muncul di dunia. Ayam yang bertelur, atau telur yang menetas jadi ayam.

Kalau dilihat secara kasat mata, ayam memang berasal dari telur. Tapi di sisi lain, telur juga tidak bisa muncul kalau tidak ada ayam yang menghasilkannya. Dua hal yang saling bergantung ini membuat pertanyaannya menjadi seperti lingkaran tak berujung.

Seperti teka-teki yang tak kunjung ada jawaban pastinya. Namun, jika ditelaah dari sudut pandang ilmu pengetahuan dan teori evolusi, ada jawaban logis yang bisa sedikit membantu menjawab rasa penasaran tersebut.

Dalam dunia sains, para ilmuwan menjelaskan bahwa telur sudah ada jauh sebelum ayam. Bahkan, telur merupakan metode berkembang biak yang sudah digunakan oleh makhluk hidup sejak zaman purba, termasuk oleh reptil dan dinosaurus yang hidup jutaan tahun sebelum ayam modern muncul.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa jauh sebelum ada ayam seperti yang kita lihat sekarang, sudah ada hewan-hewan lain yang bertelur sebagai cara berkembang biaknya.

Proses terbentuknya ayam sendiri tidak terjadi secara tiba-tiba. Hewan yang menjadi nenek moyang ayam modern mengalami perubahan genetik secara perlahan-lahan melalui proses evolusi yang sangat panjang dan rumit.

Suatu ketika, dua hewan purba yang mirip ayam kawin, lalu menghasilkan telur. Dalam telur itulah terjadi mutasi genetik alami yang membuat anak yang menetas dari telur itu berbeda dari induknya, lebih menyerupai ayam modern. Nah, dari telur itulah ayam pertama lahir.

Dengan kata lain, jika mengikuti logika ilmiah dan teori evolusi, telur datang lebih dulu daripada ayam. Tapi bukan berarti telur ayam yang pertama kali ada di dunia adalah telur dari ayam yang kita kenal sekarang.

Telur tersebut berasal dari hewan yang secara perlahan berubah menjadi ayam melalui generasi ke generasi selama ribuan tahun.

Namun begitu, di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya dan kepercayaan beragam, tidak sedikit pula yang mempercayai bahwa ayam lebih dulu diciptakan.

Sebab dari ayam itulah muncul telur, lalu terus berkembang menjadi siklus kehidupan seperti yang kita saksikan setiap hari. Pandangan seperti ini umumnya lebih dipengaruhi oleh nilai-nilai spiritual atau keyakinan agama.

Pada akhirnya, pertanyaan “ayam dulu atau telur?” mungkin memang tidak butuh jawaban mutlak. Sebab setiap orang bisa memaknainya dengan cara masing-masing. Yang jelas, baik ayam maupun telur, keduanya memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Telur bisa jadi bahan makanan bergizi, sedangkan ayam bisa menjadi sumber protein dan juga mata pencaharian bagi banyak peternak di daerah, termasuk di Kediri dan sekitarnya.

Jadi, daripada sibuk mencari mana yang lebih dulu, mungkin yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga keseimbangan antara keduanya, serta menghargai proses panjang dari setiap kehidupan yang ada di sekitar kita.

Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #ayam #telur #filosofi #ilmiah #misteri #perdebatan