Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenapa Kita Bisa Rindu pada Seseorang yang Tidak Pernah Dekat?

Internship Radar Kediri • Rabu, 11 Juni 2025 | 16:56 WIB
Kenapa Kita Bisa Rindu pada Seseorang yang Tidak Pernah Dekat
Kenapa Kita Bisa Rindu pada Seseorang yang Tidak Pernah Dekat

Kediri, JP Radar Kediri - Pernah merasa kangen pada seseorang yang sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat dengan kita? Mungkin hanya saling sapa, pernah satu kelas, atau cuma sering muncul di linimasa media sosial. Hubungannya tidak pernah jelas, tidak pernah intens, tapi entah kenapa, rasanya tetap bikin hati berat.

Mengapa perasaan seperti ini bisa muncul?

Bukan Sosoknya, Tapi Bayangannya

Yang sering kita rindukan bukan sosok orang itu sepenuhnya, melainkan bayangan atau harapan yang pernah kita bentuk tentangnya. Kita mungkin sempat membayangkan seperti apa rasanya lebih dekat dengan dia, lalu tanpa sadar membangun skenario di kepala. Rasa ingin tahu dan harapan yang tidak kesampaian itu akhirnya berubah menjadi rindu.

Kesan Singkat yang Tertinggal

Kadang, satu momen singkat bisa menancap cukup dalam. Misalnya, cara dia berbicara, memperlakukan orang lain, atau sekadar caranya tersenyum. Meskipun tidak banyak interaksi, momen kecil itu bisa terasa hangat dan membekas. Dari sanalah muncul rasa “nyambung sepihak” yang perlahan membentuk keterikatan emosional, meskipun tidak nyata.

Rindu Tidak Selalu Logis

Tidak semua perasaan perlu alasan yang masuk akal. Sama seperti kita bisa kangen suasana sore hari di kampung halaman, atau lagu lama yang mengingatkan masa kecil, rindu bisa hadir pada hal-hal yang tidak punya hubungan langsung secara nyata—termasuk pada seseorang yang hanya pernah lewat sebentar dalam hidup kita.

Mungkin Kita Sedang Mengenang Versi Lama Diri Kita

Bisa jadi, orang itu hadir di masa tertentu yang meninggalkan kesan—saat kita sedang semangat, sedang jatuh hati, atau bahkan sedang tidak baik-baik saja. Saat mengingatnya, kita juga sedang mengingat versi diri kita pada masa itu. Maka yang sebenarnya kita rindukan bukan hanya orangnya, tapi perasaan kita saat bersinggungan dengan kehadirannya.

Wajar, Tapi Jangan Terjebak

Merasa rindu kepada orang yang tidak pernah dekat itu wajar. Manusia memang punya kecenderungan menyimpan hal-hal yang tidak selesai. Namun, penting juga untuk menyadari bahwa tidak semua yang terasa kuat harus dilanjutkan. Kadang, rindu itu hanya bentuk lain dari pertanyaan yang tidak sempat dijawab.

Rindu memang tidak selalu logis. Ia bisa hadir kepada siapa saja, bahkan kepada mereka yang hanya singgah sebentar tanpa pernah betul-betul menetap. Tidak masalah jika sesekali hati terasa sesak karena kenangan yang tidak utuh. Yang penting, kita tetap tahu ke mana harus melangkah, dan tidak terus menatap ke arah yang sama.

Penulis : Annin Firnanda 

Editor : Jauhar Yohanis