JP Radar Kediri– Belakangan ini, istilah mythomania ramai diperbincangkan, terutama di media sosial seperti TikTok.
Mythomania merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan kebiasaan berbohong secara terus-menerus dan sulit dikendalikan.
Orang yang mengalami mythomania sering kali merasa terdorong untuk membuat cerita palsu, bahkan tentang hal-hal kecil dalam kehidupannya sehari-hari.
Kebohongan yang dibuat tidak selalu bermaksud jahat, tapi lebih pada kebutuhan untuk menarik perhatian, menghindari masalah, atau menciptakan citra tertentu di mata orang lain.
Gangguan ini berbeda dengan kebohongan biasa karena sudah menjadi pola perilaku yang menetap dan bisa berdampak negatif pada hubungan sosial, pekerjaan, dan kehidupan pribadi penderita.
Mythomania termasuk dalam kategori gangguan kepribadian yang memerlukan perhatian khusus dari tenaga kesehatan mental.
Para ahli menyarankan agar orang-orang yang mengalami kebiasaan berbohong kronis ini mendapat evaluasi dan bantuan profesional, seperti konseling atau terapi psikologis.
Penanganan yang tepat dapat membantu penderita memahami penyebab di balik kebohongan yang dilakukannya dan belajar cara menghadapi masalah tanpa harus berbohong.
Fenomena mythomania yang viral di TikTok juga mengingatkan kita untuk lebih bijak dalam menanggapi informasi yang beredar di media sosial.
Tidak semua cerita yang tampak menarik atau dramatis selalu benar, dan mengenali tanda-tanda gangguan seperti ini bisa membantu kita lebih peka terhadap kesehatan mental orang di sekitar kita.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Polteknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira