JP Radar Kediri - Munculnya rambut putih alias uban sering kali membuat seseorang merasa terganggu, terutama jika usianya masih tergolong muda.
Tak jarang, banyak orang yang langsung mencabut uban dengan harapan rambut putih itu tak akan kembali. Namun, ada mitos rambut putih tidak boleh dicabut, apakah ada dampak medis atau itu hanya mitos belaka?
Baca Juga: 3 Tanaman Herbal Dapur Ini Terbukti Ampuh Jaga Kesehatan Tubuh secara Alami
Kebiasaan mencabut rambut putih memang sudah umum dilakukan. Tapi banyak orang tua atau bahkan praktisi kesehatan mengingatkan bahwa mencabut uban justru bisa menimbulkan masalah.
Di sisi lain, banyak juga yang menganggap ini sekadar kepercayaan lama yang tak berdasar.
Untuk memahami hal ini lebih dalam, mari bahas fakta medis dan mitos populer seputar rambut putih. Jangan sampai kamu salah kaprah dan akhirnya justru merusak kesehatan kulit kepala sendiri. Berikut penjelasan lengkapnya.
Mitosnya, Mencabut Satu Uban, Tumbuh Tiga Lagi?
Salah satu mitos paling populer yang sering kita dengar adalah, “Kalau cabut satu uban, nanti tumbuh tiga lagi!”
Baca Juga: Bukan Cuma Gaya, Ini 6 Manfaat Luar Biasa Berkuda untuk Kesehatan Fisik dan Mental
Mitos ini begitu kuat melekat di masyarakat, hingga membuat banyak orang takut untuk mencabut uban.
Tapi, apakah mitos ini benar? Secara medis, pernyataan tersebut tidak benar. Folikel rambut manusia hanya bisa menghasilkan satu helai rambut dalam satu waktu.
Baca Juga: Minuman Kemasan Bukan Penyebab Utama Penyakit Ginjal, Ini Alasan Utamanya
Jadi, mencabut satu rambut putih tidak akan menyebabkan tiga rambut putih tumbuh dari satu folikel. Pertumbuhan rambut tetap terjadi dari akar yang sama, bukan bercabang atau bertambah jumlahnya.
Namun, persepsi ini mungkin muncul karena uban cenderung muncul berkelompok. Saat seseorang melihat satu rambut putih dan mencabutnya, bisa jadi beberapa helai uban lain memang sudah siap tumbuh di sekitar area yang sama.
Itulah kenapa terlihat seolah-olah mencabut satu, justru membuat lebih banyak yang tumbuh.
Faktanya, Mencabut Uban Bisa Rusak Folikel Rambut
Walaupun mencabut uban tidak membuatnya tumbuh lebih banyak, bukan berarti tindakan ini aman. Faktanya, kebiasaan mencabut rambut putih bisa merusak folikel rambut.
Jika dilakukan terus-menerus, folikel bisa melemah dan berhenti memproduksi rambut.
Baca Juga: Makan Telur Setiap Hari Bikin Bisulan? Mitos atau Fakta?
Kerusakan pada folikel bisa menyebabkan alopecia traksi, yaitu kondisi rambut rontok akibat tarikan atau tekanan berlebihan pada akar rambut.
Hal ini bisa berujung pada kebotakan permanen di area tertentu, terutama jika pencabutan dilakukan secara rutin di tempat yang sama.
Selain itu, mencabut rambut secara paksa juga bisa menyebabkan peradangan di kulit kepala, infeksi, atau bahkan munculnya benjolan kecil yang tidak nyaman. Jadi, meskipun uban membuat penampilan terganggu, mencabutnya bukan solusi bijak.
Mitosnya, Uban Tanda Menua Jadi Wajar Dicabut
Banyak orang menganggap uban sebagai tanda penuaan yang harus disembunyikan. Padahal, tidak semua uban muncul karena usia tua.
Baca Juga: Kenali Perbedaan Telur Kampung dan Telur Omega, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
Stres berlebihan, genetika, hingga gangguan hormon juga bisa memicu munculnya rambut putih di usia muda.
Faktanya, orang berusia 20-an pun sudah bisa memiliki rambut putih. Jadi, mencabutnya sebagai upaya menolak tua bukanlah solusi tepat.
Yang perlu dilakukan adalah memahami penyebab utama kemunculan uban dan memperbaiki gaya hidup bila perlu.
Baca Juga: 5 Waktu Terbaik Minum Teh, Efektif Untuk Diet dan Kesehatan!
Jika kamu stres, kekurangan nutrisi, atau memiliki masalah kesehatan tertentu, uban bisa jadi sinyal awal yang penting. Dalam hal ini, memeriksakan diri ke dokter atau ahli gizi jauh lebih bermanfaat daripada sekadar mencabutnya.
Faktanya, Uban Tidak Bisa Dikembalikan Jadi Hitam Secara Alami
Banyak produk atau klaim di media sosial yang mengatakan bahwa rambut putih bisa berubah kembali menjadi hitam secara alami.
Namun menurut penelitian medis, proses uban adalah hasil dari hilangnya melanin (zat pewarna alami rambut) yang bersifat permanen.
Baca Juga: Waspada! Ini Dampak Buruk yang Akan Terjadi Jika Tubuh Terlalu Sering Mengonsumsi Kecap Manis
Ketika folikel rambut sudah berhenti memproduksi melanin, maka rambut baru yang tumbuh akan tetap berwarna putih. Tidak ada suplemen atau bahan herbal yang bisa mengembalikan melanin seperti sedia kala secara instan atau permanen.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hiasan, Ini Deretan Manfaat Seledri yang Jarang Diketahui
Namun, pola makan sehat, cukup tidur, dan mengurangi stres bisa membantu memperlambat munculnya uban baru. Jika kamu ingin menutupi uban, pewarna rambut adalah pilihan paling praktis dan aman, asalkan digunakan dengan benar dan tidak berlebihan.
Alternatif Aman Menghadapi Uban
Jika kamu merasa terganggu dengan uban, ada beberapa cara yang lebih aman dan sehat dibanding mencabutnya.
Salah satunya adalah memotong rambut putih tersebut secara hati-hati tanpa mencabut akarnya. Ini tidak merusak folikel dan tetap menjaga tampilan lebih rapi.
Baca Juga: Mengenal Emotinal Numbness, Disaat Tubuh Tidak Merasakan Emosi Apapun dan Merasa Kosong
Selain itu, kamu bisa mempertimbangkan menggunakan cat rambut khusus untuk uban yang diformulasikan lembut dan tidak merusak struktur rambut.
Ada juga produk seperti semprotan penutup uban (root touch-up spray) untuk solusi sementara yang lebih praktis.
Baca Juga: Sering Muncul Pada Beras, Apakah Kutu Beras Berbahaya Jika Masuk Kedalam Tubuh?
Terakhir, tak ada salahnya mulai menerima uban sebagai bagian alami dari proses hidup. Banyak orang kini bangga dengan uban mereka dan menjadikannya bagian dari identitas.
Uban bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sinyal bahwa tubuh sedang menunjukkan siklusnya secara normal.
Editor : Jauhar Yohanis