JP Radar Kediri - Festival Perahu Naga adalah perayaan penuh warna dan semangat yang berlangsung setiap tahun, menarik perhatian ribuan orang yang berkumpul di tepi sungai untuk menyaksikan perlombaan spektakuler. Langit cerah memantulkan warna-warni dekorasi yang menghiasi perahu-perahu panjang berbentuk naga, dengan kepala yang diukir megah dan ekor yang menjuntai anggun di permukaan air. Suara gendang bertalu-talu mengiringi setiap kayuhan para pendayung, menciptakan ritme yang menggetarkan semangat penonton.
Para peserta telah berkumpul, mengenakan seragam tim mereka yang berkilau di bawah sinar matahari. Mereka duduk tegak di perahu, siap menghadapi tantangan. Saat aba-aba diberikan, kayuhan pertama menghantam permukaan air dengan tenaga penuh, menghasilkan cipratan yang menyeruak ke udara.
Perahu naga meluncur dengan cepat, seolah-olah terbang di atas permukaan sungai, mengejar garis finis dengan seluruh kekuatan yang dimiliki tim.
Di sepanjang sungai, penonton bersorak, meneriakkan dukungan dengan penuh semangat. Beberapa orang memukul genderang besar, suara bergemuruh mengiringi perahu yang melaju. Anak-anak berlari-lari di sekitar area festival, membawa bendera kecil bergambar naga, mata mereka berbinar melihat keindahan dan energi yang membara di depan mereka. Aroma khas zongzi, ketan yang dibungkus daun bambu, memenuhi udara, menggoda selera setiap orang yang hadir.
Selain perlombaan, berbagai tradisi lain turut meramaikan suasana. Daun mugwort dan calamus digantung di depan rumah sebagai simbol keberuntungan, sementara beberapa orang meminum anggur realgar, mengikuti adat turun-temurun untuk menolak bala.
Musik tradisional juga dimainkan di sudut-sudut festival, menciptakan harmoni antara masa lalu dan masa kini.
Saat perlombaan perahu berakhir, perahu-perahu yang menang dihiasi dengan pita dan bunga, sementara para pendayung saling berpelukan, merayakan kemenangan mereka dengan penuh kegembiraan.
Festival Perahu Naga bukan hanya tentang kecepatan dan kompetisi, tetapi juga tentang persatuan, tradisi, dan penghormatan terhadap sejarah yang telah diwariskan selama berabad-abad. Hingga kini perayaan terus berlanjut dan menjadi salah satu ikon budaya Cina.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira