Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tak Perlu Pupuk Mahal, Ini Cara Menyuburkan Tanaman dengan Limbah Dapur

Internship Radar Kediri • Minggu, 1 Juni 2025 | 14:30 WIB
Pupuk alami dari limbah dapur
Pupuk alami dari limbah dapur

JP Radar Kediri - Tanaman hias atau sayur-sayuran di halaman rumah tampak kurang segar? Jangan buru-buru beli pupuk mahal. Ternyata, ada cara sederhana dan ramah lingkungan untuk membuat tanaman subur, cukup dengan memanfaatkan sampah dapur.

Limbah rumah tangga yang biasa dibuang begitu saja ternyata menyimpan banyak manfaat untuk tanaman. Selain membantu menyuburkan tanah, cara ini juga bisa mengurangi sampah dan mendukung gaya hidup lebih hijau.

Berikut ini beberapa jenis sampah dapur yang bisa dijadikan pupuk alami:

Baca Juga: Strava Perkuat Fitur Pelatihan dengan Akuisisi Runna dan The Breakaway

  1. Kulit Buah dan Sayur

Kulit dari buah dan sayuran seperti pisang, pepaya, kentang, wortel, bahkan daun sisa sayur bayam atau kangkung, sering kali dianggap limbah. Padahal, semua ini kaya akan unsur hara penting seperti kalium, fosfor, dan magnesium yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh sehat dan kuat.

Contohnya kulit pisang, mengandung kalium tinggi yang membantu tanaman berbunga dan berbuah lebih banyak. Cara menggunakannya bisa dengan mencacah kulit menjadi potongan kecil dan menanamnya di sekitar akar tanaman. 

Untuk hasil lebih maksimal, kulit bisa dikeringkan terlebih dahulu lalu dihaluskan, atau difermentasi dengan metode kompos selama beberapa minggu. Kulit sayuran juga memperkaya struktur tanah, membuatnya lebih gembur dan mudah menyerap air.

Baca Juga: Raja Udang Meninting. Burung Mungil Berwarna Pelangi dari Hutan Tropis

  1. Ampas Kopi dan Teh

Ampas kopi dan teh yang biasanya langsung dibuang setelah diseduh ternyata punya manfaat luar biasa. Kandungan nitrogen di dalamnya sangat berguna untuk mendukung pertumbuhan daun. 

Tanaman yang rutin diberi taburan ampas kopi cenderung memiliki daun yang hijau segar dan lebat.Selain itu, ampas kopi membantu meningkatkan aktivitas mikroorganisme baik di dalam tanah, yang berperan penting dalam proses penguraian bahan organik.

Ampas juga mengandung sedikit kafein yang bisa menjadi pengusir alami hama seperti semut, siput, dan serangga pengganggu lainnya. Cara penggunaannya cukup mudah yaitu, keringkan ampas, lalu taburkan tipis-tipis di atas tanah, atau campurkan ke dalam tumpukan kompos rumah tangga.

Baca Juga: Jangan Asal Pencet Klakson! Ini Etika yang Harus Kamu Tahu

  1. Kulit Telur

Kulit telur kaya akan kalsium karbonat yang sangat dibutuhkan tanaman, terutama untuk memperkuat akar, batang, dan mencegah keroposnya jaringan tanaman. Kalsium juga membantu menjaga keseimbangan pH tanah agar tidak terlalu asam.

Untuk hasil terbaik, kulit telur sebaiknya dicuci hingga bersih dari sisa putih telur, lalu dikeringkan dan ditumbuk halus. Bubuk kulit telur ini bisa langsung ditaburkan di pot, dicampur dengan tanah, atau ditambahkan dalam media kompos.

Selain menyuburkan, serpihan kulit telur juga bisa berfungsi sebagai penghalang alami terhadap hama seperti siput dan ulat kecil yang tidak suka dengan permukaannya yang tajam.

  1. Air Cucian Beras

Air bekas mencuci beras mengandung vitamin B, zat besi, dan mineral lain yang baik untuk tanaman, terutama di fase pertumbuhan awal. Cairan ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair alami yang membantu mempercepat pertumbuhan akar dan daun.

Cara penggunaannya cukup dengan menyiramkan air cucian beras ke tanah di sekitar akar tanaman, maksimal satu kali sehari. Namun, pastikan air tidak disimpan terlalu lama agar tidak basi atau terfermentasi berlebihan.

Penggunaan rutin air beras juga membantu meningkatkan mikroba baik dalam tanah yang mendukung proses penguraian nutrisi.

Baca Juga: Korean Vibes Banget! 5 Spot Kuliner K-Food Autentik di Kediri yang Wajib Masuk Bucket List

  1. Sisa Sayur dan Nasi

Sisa sayur rebus, daun layu, atau bahkan nasi basi bisa menjadi bahan utama pembuatan kompos. Limbah ini kaya akan unsur karbon dan nitrogen, yang penting dalam proses pembentukan humus.

Untuk membuat pupuk dari limbah ini, kumpulkan dalam wadah tertutup (ember kompos) dan campur dengan sedikit tanah atau daun kering. Diamkan selama beberapa minggu hingga terurai sempurna menjadi kompos siap pakai.

Hasilnya adalah pupuk organik kaya nutrisi yang membuat tanaman tumbuh lebih cepat, berbunga lebih banyak, dan jarang terserang penyakit. Selain itu, ini adalah cara terbaik untuk mengurangi limbah makanan yang sering kali hanya dibuang ke tempat sampah.

Baca Juga: 7 Lagu Anime yang Viral di TikTok dan Reels, Wibu Pasti Pernah Dengar!

Mengolah sampah dapur menjadi pupuk tidak memerlukan alat khusus. Cukup sediakan ember atau wadah tertutup untuk mengumpulkan limbah organik. Setelah itu bisa dikubur langsung di tanah atau difermentasi menjadi kompos.

Selain membuat tanaman lebih sehat dan subur, kebiasaan ini juga bisa mengurangi jumlah sampah rumah tangga yang berakhir di tempat pembuangan akhir.(***)


Penulis : Asyfa Maulidina

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pupuk alami dari limbah dapur #Mengolah limbah dapur agar bermanfaat #ramah lingkungan #berita har ini