Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tampil Trendi Dengan Aksesoris Dari Batu

Habibah Anisa M. • Sabtu, 17 Mei 2025 | 18:00 WIB

Aneka bros dengan bahan batu
Aneka bros dengan bahan batu

JP Radar Kediri - Memang sih batuan alami yang satu ini sebagian besar digunakan para pria. Namun, banyak juga kok perhiasan batuan akik yang diperuntukkan untuk perempuan. “Batu yang digunakan terbuat dari berbagai macam batu cutting,” terang Lucky Purnami, pemilik Kael Art Jewelry.

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Lucky mengatakan bahwa batu-batu alam tersebut dibuat menjadi bermacam aksesoris. Perhiasan untuk wanita ragamnya banyak. Dari kalung, gelang, cincin hingga bros.  Batuan memang umumnya hanya dipakai pada cincin saja. Tetapi seiring perkembangan tren perhiasan, batu alam pun bisa juga menjadi hiasan untuk kalung. Perhiasan batu ini dikombinasikan dengan mutiara air tawar.

Baca Juga: Kitty Shadow, Tren Foto Bayangan Membentuk Kucing yang Lagi Ramai di TikTok. Udah Coba Belum?

Perempuan berusia 41 tahun ini mengatakan selain memiliki banyak warna, batu-batu alam ini memiliki berbagai macam bentuk. Seperti batu mata kucing. Batuan mata kucing terlihat begitu spesial dibanding lainnya. Ini karena batunya bisa memunculkan sinar dalam kegelapan.

Ada sinar mirip dengan mata kucing yang membuatnya tampak begitu mempesona. Batuan mata kucing banyak diminati wanita karena bisa memberi kesan unik. Dalam membuat aksesoris, ia menggunakan kawat berwarna emas dan silver.

Dengan bentuk yang simpel dan elegan, membuat aksesoris ini dapat dipadukan pakaian formal maupun sehari-hari. “Untuk tali ini kan terbuat dari kawat. Semuanya saya rajut,” imbuhnya. Meski terbuat dari kawat, jangan khawatir aksesoris ini tidak mudah berkarat. Dengan catatan, setelah digunakan segera disimpan pada kotaknya.

Agar aksesoris batu ini tetap indah, jika berdebu dapat dibersihkan dengan menggunakan lap basah.  “Aksesoris ini cocok untuk usia 25 hingga 50 tahun,” terang perempuan asal Tepus, Kecamatan Ngasem tersebut.

Editor : Jauhar Yohanis