Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cacing Martil, Hewan Berbahaya yang Harus Diwaspadai Para Pendaki

Internship Radar Kediri • Selasa, 13 Mei 2025 | 23:40 WIB
Cacing Martil, Hewan Berbahaya yang Harus Diwaspadai Para Pendaki.
Cacing Martil, Hewan Berbahaya yang Harus Diwaspadai Para Pendaki.

JP Radar Kediri – Para pendaki gunung kini tak hanya harus waspada terhadap cuaca ekstrem atau jalur terjal. Ada ancaman lain yang kerap luput dari perhatian, namun tak kalah membahayakan. Namanya cacing martil.

Hewan kecil ini mulai ditemukan di beberapa jalur pendakian, terutama yang berada di kawasan lembab dan rimbun.

Cacing martil atau dikenal dengan nama hammerhead worm memiliki bentuk tubuh pipih memanjang dengan kepala menyerupai palu. Penampilannya memang unik, namun di balik itu, hewan ini menyimpan bahaya.

Cacing martil mengandung racun tetrodotoxin, zat yang bisa menyebabkan iritasi pada kulit, mati rasa, hingga gangguan saraf ringan jika terkena langsung dalam jumlah tertentu.

Habitat cacing ini umumnya berada di bawah dedaunan basah, kayu lapuk, atau bebatuan di tanah lembab. Kondisi gunung yang dingin dan lembab sangat mendukung perkembangan hewan ini. Karena itu, pendaki yang mendirikan tenda atau beristirahat di atas tanah tanpa alas berisiko bersentuhan langsung dengan cacing tersebut tanpa sadar.

Cacing martil juga dikenal sebagai predator alami cacing tanah. Jika jumlahnya meningkat, keberadaan hewan ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem tanah, karena cacing tanah berperan penting dalam menjaga kesuburan dan sirkulasi udara di dalam tanah.

Kerusakan ekosistem seperti ini tentu berdampak pada kualitas jalur pendakian dan lingkungan sekitarnya.

Yang perlu diwaspadai, cacing martil mampu beregenerasi. Bila tubuhnya terpotong, bagian yang terpisah dapat tumbuh menjadi individu baru.

Karena itu, cara penanganannya harus benar. Membunuhnya tidak cukup dengan dipotong, melainkan harus menggunakan air garam, cuka, atau cairan sabun pekat.

Penyebaran cacing ini diduga berasal dari aktivitas manusia, terutama melalui tanah atau tanaman yang terbawa dari luar daerah. Tanpa disadari, telur atau individu cacing ikut berpindah dan berkembang biak di lingkungan baru.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi para pendaki agar lebih waspada. Tidak hanya terhadap cuaca atau binatang besar, tapi juga terhadap ancaman kecil yang tak terlihat seperti cacing martil.

Membawa alas duduk, tidak menyentuh hewan tak dikenal, serta menjaga kebersihan lingkungan kemping menjadi langkah pencegahan yang penting.

Gunung memang tempat untuk menikmati keindahan alam, tapi tetap perlu kehati-hatian. Ancaman bisa datang dalam berbagai bentuk – termasuk dari hewan kecil yang tampaknya tak berbahaya.

Penulis : Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #berita #pendaki #hewan berbahaya #gunung #cacing #martil #hari #Ini