Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gen Z dan Tes MBTI, Apa yang Membuat Tes MBTI Terkenal Seperti Sekarang?

Internship Radar Kediri • Minggu, 11 Mei 2025 | 05:15 WIB
Ilustrasi Pencarian Identitas
Ilustrasi Pencarian Identitas

JP Radar Kediri - Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) merupakan salah satu tes kepribadian yang paling banyak digunakan di dunia untuk memahami karakter seseorang berdasarkan preferensi dalam berpikir, berinteraksi, dan mengambil keputusan.

MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers dan Katharine Cook Briggs, yang terinspirasi oleh teori Carl Jung mengenai tipe psikologis. Hingga saat ini, tes ini tetap populer, baik dalam dunia akademik, profesional, maupun pengembangan diri.

Tes MBTI awalnya dikembangkan pada pertengahan abad ke-20 dengan tujuan membantu individu mengenali cara mereka berpikir dan berperilaku agar dapat beradaptasi lebih baik dalam kehidupan pribadi dan profesional. Isabel dan Katharine Briggs menciptakan sistem ini berdasarkan pemikiran Jung tentang bagaimana manusia memiliki preferensi alami dalam memproses informasi dan berinteraksi dengan dunia.

Seiring perkembangan zaman, MBTI menjadi alat yang sering digunakan di berbagai bidang, mulai dari perekrutan karyawan, pembinaan kepemimpinan, hubungan interpersonal, hingga terapi psikologis. Banyak perusahaan besar menggunakan MBTI untuk menilai kompatibilitas kerja dalam tim serta membantu karyawan memahami kekuatan dan kelemahan mereka.

MBTI mengelompokkan kepribadian manusia berdasarkan empat dimensi utama yang mencerminkan preferensi seseorang dalam menjalani kehidupan.

1. Ekstrovert (E) vs. Introvert (I)
Ekstrovert merasa lebih bersemangat saat berinteraksi dengan banyak orang dan terlibat dalam kegiatan sosial. Sebaliknya, introvert cenderung mendapatkan energi dari refleksi diri dan kegiatan yang lebih tenang.

2. Sensing (S) vs. Intuition (N)
Untuk sifat ini berkaitan dengan bagaimana seseorang memproses informasi. Individu dengan preferensi sensing lebih mengandalkan pengalaman langsung, detail konkret, dan fakta nyata. Sebaliknya, individu dengan preferensi intuition lebih tertarik pada konsep abstrak, kemungkinan masa depan, dan hubungan antara ide-ide yang kompleks.

3. Thinking (T) vs. Feeling (F)
Dimensi ini menentukan cara seseorang membuat keputusan. Orang dengan preferensi thinking lebih mengutamakan logika dan objektivitas dalam mengambil keputusan, sementara individu dengan preferensi feeling mempertimbangkan emosi dan nilai-nilai pribadi dalam menentukan langkah mereka.

4. Judging (J) vs. Perceiving (P)
Dimensi terakhir berkaitan dengan gaya hidup dan pendekatan seseorang terhadap dunia. Individu dengan preferensi judging cenderung menyukai perencanaan, struktur, dan ketertiban. Sebaliknya, individu dengan preferensi perceiving lebih fleksibel, spontan, dan terbuka terhadap perubahan.

Dengan kombinasi dari keempat dimensi ini, MBTI menghasilkan 16 tipe kepribadian yang unik, seperti INFJ (Visioner dan penuh empati), ENFP (Kreatif dan penuh energi), ISTJ (Terorganisir dan berorientasi pada aturan), dan lainnya.

Tes MBTI memiliki banyak manfaat bagi individu maupun organisasi, di antaranya adalah membantu seseorang memahami kekuatan dan kelemahan mereka serta bagaimana mereka dapat berkembang secara personal dan profesional.

Selain itu, MBTI juga membantu dalam pemilihan karier. MBTI dapat digunakan untuk menentukan bidang pekerjaan yang paling sesuai dengan kepribadian individu agar mereka merasa lebih nyaman dalam bekerja.

Namun, meskipun terdapat kritik, banyak individu tetap merasa MBTI memberikan wawasan berharga dalam mengenali diri sendiri dan memahami bagaimana mereka dapat beradaptasi dengan dunia di sekitar mereka.

Memahami tipe kepribadian seseorang berdasarkan MBTI membuat individu dapat meningkatkan komunikasi, mengelola hubungan interpersonal dengan lebih baik, serta menemukan jalur karier yang sesuai dengan karakter dan gaya kerja mereka.

Meskipun MBTI bukan alat yang sempurna, ia tetap menjadi salah satu metode yang menarik untuk memahami psikologi manusia dengan cara yang lebih sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Laila Karima

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kepribadian #identitas #tes