Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Air Putih atau Air Isotonik, Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

Internship Radar Kediri • Rabu, 7 Mei 2025 | 05:00 WIB
Ilustrasi air putih
Ilustrasi air putih

JP Radar Kediri – Di tengah gaya hidup aktif dan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidrasi, dua jenis minuman sering menjadi pilihan utama untuk menghilangkan dahaga yaitu air putih dan air isotonik.

Meski keduanya sama-sama terlihat menyegarkan, ternyata kandungan dan manfaatnya sangat berbeda. Pertanyaannya, mana yang sebenarnya lebih baik untuk tubuh kita?

Air putih, atau yang lebih akrab disebut sebagai air mineral, sudah menjadi sahabat setia sejak zaman dahulu. Tak hanya mudah didapat, air putih juga bebas kalori, tanpa tambahan gula, dan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari.

Para ahli gizi menyebut bahwa air putih berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu kerja ginjal, memperlancar metabolisme, hingga menjaga kesehatan kulit.

Sementara itu, air isotonik adalah minuman yang dirancang khusus untuk menggantikan elektrolit dan mineral yang hilang saat tubuh berkeringat, terutama setelah olahraga berat.

Mengandung natrium, kalium, serta gula dalam kadar tertentu, minuman ini sering dikonsumsi oleh atlet atau mereka yang melakukan aktivitas fisik tinggi.

Namun, di balik kesegarannya, air isotonik sebaiknya tidak diminum sembarangan. Menurut pakar kesehatan, jika dikonsumsi tanpa aktivitas fisik berat, kandungan gula dan natrium dalam minuman isotonik bisa berdampak buruk bagi tubuh, seperti meningkatkan risiko obesitas atau tekanan darah tinggi.

Maka dari itu, air isotonik lebih cocok dikonsumsi saat tubuh benar-benar kehilangan banyak cairan dan elektrolit, seperti setelah lari maraton atau berolahraga lebih dari satu jam.

Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang memilih minuman isotonik hanya karena rasanya yang manis dan segar. Padahal, air putih jauh lebih sehat jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Selain membantu fungsi organ tubuh, air putih juga tidak membebani ginjal seperti minuman berpemanis lainnya.

Kesimpulannya, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk dikonsumsi setiap hari. Sementara air isotonik hanya perlu diminum saat tubuh benar-benar membutuhkannya.

Jadi, jangan tertukar ya, antara minuman sehari-hari dan minuman untuk pemulihan fisik.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Isotonik #berita hari ini #air putih #air #kesehatan