JP Radar Kediri - Saat akan menjalani medical check up, sering kali kita diinstruksikan untuk berpuasa selama beberapa jam sebelumnya.
Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terasa merepotkan atau membingungkan.
Mengapa harus menahan makan dan minum sebelum pemeriksaan kesehatan?
Apakah tidak makan justru akan memengaruhi hasilnya?
Ternyata, puasa sebelum medical check up memiliki alasan medis yang sangat penting untuk memastikan hasil pemeriksaan lebih akurat dan dapat diandalkan.
Puasa sebelum pemeriksaan medis, terutama pemeriksaan darah, bertujuan untuk menghindari adanya pengaruh dari makanan atau minuman yang kita konsumsi sebelumnya.
Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna dan diserap ke dalam aliran darah, yang secara langsung dapat memengaruhi kadar gula, lemak, kolesterol, dan berbagai zat kimia lainnya.
Jika seseorang tidak berpuasa, kadar-kadar tersebut bisa melonjak atau menurun sementara, dan hasilnya tidak akan mencerminkan kondisi kesehatan sebenarnya.
Misalnya, konsumsi makanan tinggi gula sebelum tes bisa membuat kadar glukosa darah tampak tinggi, padahal dalam kondisi normal kadar tersebut mungkin stabil.
Begitu juga dengan kadar trigliserida yang bisa melonjak setelah makan, sehingga memberi kesan bahwa seseorang memiliki gangguan metabolik padahal tidak.
Selain itu, puasa juga membantu dokter menilai fungsi organ tubuh secara lebih akurat, seperti hati dan ginjal.
Organ-organ ini bekerja memproses dan menyaring zat yang masuk ke dalam tubuh, dan hasilnya akan terlihat dalam parameter-parameter yang diukur saat pemeriksaan darah.
Tanpa puasa, fungsi organ tersebut bisa tampak terganggu hanya karena beban sementara dari makanan terakhir yang dikonsumsi.
Biasanya, waktu puasa yang dianjurkan berkisar antara 8 hingga 12 jam sebelum pengambilan sampel darah.
Selama waktu ini, seseorang diperbolehkan minum air putih, karena air tidak memengaruhi hasil tes dan justru membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Namun, konsumsi kopi, teh, minuman manis, atau bahkan permen sebaiknya dihindari karena tetap dapat memengaruhi kadar zat dalam tubuh.
Dengan memahami alasan di balik kewajiban puasa sebelum medical check up, kita bisa lebih menghargai pentingnya persiapan ini.
Hasil yang akurat tidak hanya membantu dokter dalam mendiagnosis kondisi tubuh kita secara tepat, tetapi juga memungkinkan tindakan pencegahan dan penanganan yang lebih baik.
Jadi, jangan anggap enteng instruksi puasa sebelum pemeriksaan itu adalah langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda dengan sebenarnya.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira