Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Habis Makan Tidak Boleh Langsung Tidur, Mitos atau Fakta?

Internship Radar Kediri • Minggu, 27 April 2025 | 05:51 WIB
Habis Makan Tidak Boleh Langsung Tidur, Mitos atau Fakta?
Habis Makan Tidak Boleh Langsung Tidur, Mitos atau Fakta?

JP Radar Kediri - Setelah makan besar, terutama saat perut terasa kenyang dan mengantuk mulai menyerang, godaan untuk langsung rebahan memang sulit ditolak.

Banyak orang tua kita pun sering mengingatkan, "Habis makan jangan langsung tidur, nanti sakit!" Tapi benarkah larangan ini berdasarkan fakta medis, atau sekadar mitos yang turun-temurun?

Ternyata, larangan tersebut bukan sekadar mitos.

Secara medis, langsung tidur setelah makan memang tidak dianjurkan.

Tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan secara optimal.

Saat kita tidur dalam keadaan perut penuh, sistem pencernaan menjadi terganggu.

Posisi berbaring membuat makanan di lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan, yang bisa menyebabkan gangguan seperti refluks asam lambung atau heartburn.

Sensasi panas di dada ini tentu bukan sesuatu yang menyenangkan dan bisa mengganggu kualitas tidur.

Selain itu, tidur setelah makan dapat memperlambat proses pencernaan itu sendiri. Dalam posisi horizontal, tubuh tidak menggunakan gaya gravitasi untuk membantu makanan turun melalui saluran pencernaan.

Akibatnya, perut bisa terasa tidak nyaman, kembung, atau bahkan mual saat kita bangun nanti.

Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, hingga penyakit maag kronis.

Tidak hanya itu, ada beberapa penelitian yang mengaitkan tidur setelah makan dengan peningkatan risiko stroke.

Salah satu teori menyebutkan bahwa gangguan pencernaan yang menyebabkan refluks asam dapat memicu peradangan, yang berpotensi berkontribusi terhadap risiko tersebut.

Walaupun masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menguatkan hubungan ini, tetap saja, ada cukup alasan untuk lebih berhati-hati.

Lalu, berapa lama sebaiknya kita menunggu sebelum tidur?

Para ahli biasanya merekomendasikan untuk memberi jeda sekitar 2 hingga 3 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.

Dalam waktu tersebut, tubuh sudah cukup memproses makanan, sehingga risiko gangguan pencernaan bisa ditekan.

Namun, bukan berarti Anda harus terus bergerak aktif setelah makan.

Aktivitas ringan seperti berjalan santai justru baik untuk membantu pencernaan.

Hindari pula langsung melakukan olahraga berat karena justru dapat mengganggu proses pencernaan dan menyebabkan kram perut.

Kesimpulannya, anjuran untuk tidak langsung tidur setelah makan adalah fakta, bukan mitos belaka.

Memberi waktu tubuh untuk mencerna makanan sebelum tidur bukan hanya menjaga kesehatan sistem pencernaan, tetapi juga berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih baik dan risiko kesehatan yang lebih rendah.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#mitos atau fakta #makan #tidur #tidak langsung