Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tiga Jenis Spesies Harimau yang Pernah Hidup di Indonesia

Arif Miftaqhul Huda • Jumat, 25 April 2025 | 17:53 WIB

Ilustrasi Harimau di Alam Liar ( Taronga Zoo )
Ilustrasi Harimau di Alam Liar ( Taronga Zoo )

JP Radar Kediri - Indonesia dikenal sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati, termasuk spesies besar seperti harimau. Namun, dari tiga subspesies harimau yang pernah menghuni negeri ini, hanya satu yang masih bertahan di alam liar. Dua lainnya telah punah akibat tekanan aktivitas manusia. Berikut penelusuran mengenai ketiga harimau tersebut.

Harimau Sumatera di Taman Nasional Gn. Kerinci (Fauna dan Flora International/TNKS)
Harimau Sumatera di Taman Nasional Gn. Kerinci (Fauna dan Flora International/TNKS)

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satu-satunya subspesies harimau yang masih hidup di Indonesia. Harimau ini hanya ditemukan di pulau Sumatra dan kini berstatus Kritis (Critically Endangered) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Dengan ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan harimau Asia lainnya, Harimau Sumatera memiliki corak loreng yang lebih rapat dan gelap. Populasi mereka diperkirakan hanya tersisa 300–400 ekor di alam liar, tersebar di hutan-hutan konservasi seperti Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Ancaman utama bagi kelangsungan hidup harimau ini adalah deforestasi, perburuan liar, dan konflik dengan manusia akibat menyempitnya habitat.

Baca Juga: Tak Hanya Sebuah Lagu, Harimau Malaya Memang Ada di Alam Liar. Tersisa Ratusan Ekor Saja, di Daerah Mana Saja Bisa Ditemukan?

Foto Harimau Jawa di Ujung Kulon Tahun 1938 (Andries Hoogerwef)
Foto Harimau Jawa di Ujung Kulon Tahun 1938 (Andries Hoogerwef)

Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) pernah menjadi predator utama di hutan-hutan pulau Jawa. Namun, sejak 1980-an, harimau ini dinyatakan punah. Aktivitas manusia seperti perambahan hutan, pertanian, dan perburuan intensif menjadi penyebab utama punahnya spesies ini. Berbeda dari saudaranya di Sumatra, Harimau Jawa memiliki tubuh yang lebih ramping dan pola loreng yang khas. Meskipun telah dinyatakan punah, laporan tak terkonfirmasi tentang penampakan harimau ini masih sesekali muncul, namun hingga kini belum ada bukti ilmiah yang mendukung.

Baca Juga: Harimau si Raja Rimba Tinggal Ribuan Ekor. Apa Yang Terjadi Jika Harimau Mengalami Kepunahan ?

Harimau Bali di Srikus Ringling Bros USA tahun 1915 (recentlyextinctspecies.com)
Harimau Bali di Srikus Ringling Bros USA tahun 1915 (recentlyextinctspecies.com)

Harimau Bali (Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau terkecil dan paling awal dinyatakan punah. Terakhir kali terlihat secara pasti pada tahun 1937, harimau ini menghilang dari hutan-hutan Bali karena perburuan dan perusakan habitat. Berbeda dengan dua subspesies lainnya, Harimau Bali tidak pernah dikembangbiakkan di kebun binatang atau ditangkar. Hal ini membuatnya benar-benar punah tanpa jejak genetik yang tersisa. Dalam sejarah, keberadaan Harimau Bali menjadi simbol bagaimana spesies dapat menghilang hanya dalam hitungan dekade jika tidak dilindungi secara serius.

Kisah dua harimau yang telah punah seharusnya menjadi peringatan keras bahwa tanpa tindakan nyata, harimau Sumatera bisa menjadi yang berikutnya. Perlindungan habitat, penegakan hukum terhadap perburuan liar, serta pelibatan masyarakat lokal menjadi kunci untuk menyelamatkan spesies ikonik ini dari jurang kepunahan. Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menjaga harimau sebagai bagian dari warisan alamnya. Namun waktu terus berjalan, dan langkah nyata harus segera dilakukan.

Editor : Puspitorini Dian Hartanti
#harimau sumatera #harimau bali #indonesia #harimau #punah #harimau jawa