Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tak Hanya Sebuah Lagu, Harimau Malaya Memang Ada di Alam Liar. Tersisa Ratusan Ekor Saja, di Daerah Mana Saja Bisa Ditemukan?

Arif Miftaqhul Huda • Kamis, 24 April 2025 | 20:32 WIB

Harimau Malaya yang Sedang Berjalan Tertangkap Kamera Trap Petugas ( WWF )
Harimau Malaya yang Sedang Berjalan Tertangkap Kamera Trap Petugas ( WWF )

JP Radar Kediri- Harimau Malaya (Panthera tigris jacksoni) spesies harimau endemik Semenanjung Malaysia atau Malaysia sebelah barat yang kini berada dalam kondisi kritis. Satwa ini bukan hanya predator puncak dalam rantai makanan tetapi juga simbol keberanian dan identitas bangsa Malaysia yang tercantum dalam lambang negara.

Populasi Harimau Malaya diperkirakan tersisa kurang dari 150 ekor di alam liar. Penurunan populasi ini dipicu oleh perburuan liar, perdagangan ilegal, serta degradasi habitat akibat pembukaan lahan dan pembangunan infrastruktur. Ancaman ini semakin mempercepat laju kepunahan satwa kebanggaan masyarakat Malaysia tersebut.

Harimau Malaya mendiami hutan-hutan tropis dataran rendah di Semenanjung Malaysia, termasuk kawasan hutan primer dan sekunder. Mereka sangat tergantung pada ekosistem hutan yang luas dan utuh untuk berburu mangsa seperti kijang, babi hutan, dan hewan mamalia lainnya. Fragmentasi hutan membuat ruang jelajah mereka menyempit, menyulitkan proses berburu dan berkembang biak.

Baca Juga: Jangan Panik ! Lakukan hal ini jika bertemu Harimau di alam liar !

Secara fisik, Harimau Malaya memiliki ukuran tubuh sedang dibandingkan subspesies harimau lainnya. Panjang tubuhnya berkisar antara 2 hingga 2,8 meter dengan berat antara 80 hingga 120 kilogram untuk jantan, dan lebih kecil untuk betina. Ciri khas Harimau Malaya adalah pola belangnya yang cenderung lebih rapat dan ramping. Warna bulunya oranye tua dengan garis-garis hitam yang tajam.

Meski sekilas mirip, Harimau Malaya berbeda dari Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae). Harimau Sumatra umumnya lebih kecil dan memiliki bulu yang lebih lebat, terutama di bagian wajah dan leher. Warna tubuh Harimau Sumatra juga lebih gelap dengan belang yang lebih padat. Selain itu, Harimau Sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra, sedangkan Harimau Malaya terbatas di Semenanjung Malaysia.

Kawanan Harimau Malaya yang Sedang Berjalan pada Malam Hari Tertangkap Kamera Trap Petugas ( WWF )
Kawanan Harimau Malaya yang Sedang Berjalan pada Malam Hari Tertangkap Kamera Trap Petugas ( WWF )

Pemerintah Malaysia telah menetapkan berbagai strategi konservasi melalui program nasional, seperti “Pelan Tindakan Pemuliharaan Harimau Kebangsaan”. Program ini melibatkan pemantauan populasi dengan kamera tersembunyi, patroli rutin untuk mencegah perburuan, serta kolaborasi dengan organisasi konservasi dan masyarakat lokal.

Baca Juga: Harimau si Raja Rimba Tinggal Ribuan Ekor. Apa Yang Terjadi Jika Harimau Mengalami Kepunahan ?

Meski begitu keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada dukungan lintas sektor dan kesadaran publik. Keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan, edukasi, dan pengawasan dapat menjadi kunci keberlanjutan hidup Harimau Malaya di habitat alaminya.

Harimau Malaya bukan hanya warisan alam tetapi juga warisan budaya. Jika tidak segera diselamatkan, bukan hanya suara aumannya yang akan hilang, tetapi juga simbol keberanian yang telah mengakar dalam identitas nasional Malaysia.

Editor : Puspitorini Dian Hartanti
#harimau sumatera #indonesia #harimau #melayu #alam #sumatera #malaysia #harimau malaya #harimau jawa