Kediri, JP Radar Kediri - Fenomena astronomi yang sangat dinanti, yaitu hujan meteor Lyrid, akan kembali menghiasi langit pada 21-22 April 2025. Fenomena ini bisa disaksikan di berbagai lokasi di seluruh dunia, asalkan langit cerah tanpa gangguan polusi cahaya. Mengutip dari Live Science, saat mencapai puncaknya, sekitar 18 meteor per jam dapat terlihat sepanjang langit malam, memberikan pertunjukan alami yang mempesona bagi siapa saja yang berkesempatan melihatnya.
Hujan meteor Lyrid diberi nama sesuai dengan konstelasi Lyra, tempat asal pancaran meteornya, yang merupakan titik tempat semua meteor tampak bersinar. Konstelasi ini terkenal karena memiliki bintang terang Vega, yang akan terlihat di langit timur saat malam mulai gelap. Mengamati Lyrid merupakan pengalaman yang memukau, di mana meteor akan melesat dengan cepat, seakan menembus angkasa.
Penyebab Hujan Meteor Lyrid
Lyrid terjadi akibat serpihan dan debu yang tertinggal oleh komet Thatcher, yang mengorbit Matahari dalam periode panjang. Ketika Bumi melewati jalur yang dipenuhi partikel-partikel ini, puing-puing komet tersebut memasuki atmosfer dan terbakar, menghasilkan cahaya terang yang disebut “bintang jatuh”. Proses ini menciptakan efek visual yang mengesankan di langit malam, memberikan tontonan indah bagi para pengamat langit.
Para ilmuwan menyebut fenomena ini sebagai hujan meteor yang "berasal" dari titik tertentu di langit—dalam hal ini, titik pancaran di konstelasi Lyra. Fenomena ini terjadi pada waktu yang sama setiap tahun karena Bumi terus melintasi jalur orbit yang sama di sekitar Matahari, membawa kita ke area yang sama yang dipenuhi dengan debu komet tersebut.
Sejarah dan Karakteristik Komet Thatcher
Hujan meteor Lyrid juga dikenal sebagai salah satu hujan meteor tertua yang tercatat dalam sejarah. Fenomena ini telah diamati sejak tahun 687 SM, yang menjadikannya salah satu peristiwa alam paling lama diketahui oleh manusia. Komet Thatcher, yang menjadi penyebab utama hujan meteor ini, ditemukan oleh astronom amatir Alfred E. Thatcher. Komet ini memiliki periode orbit yang sangat panjang, yakni setiap 415,5 tahun mengelilingi Matahari.
Komet Thatcher terakhir kali berada pada titik terdekat dengan Matahari pada tahun 1861, dan puing-puing yang ditinggalkan selama perjalanan komet ini hingga kini masih menciptakan hujan meteor Lyrid setiap tahun. Proses ini menunjukkan betapa lama dan stabilnya jalur komet ini, yang telah mempengaruhi fenomena langit kita selama berabad-abad.
Cara Menyaksikan Hujan Meteor Lyrid
Bagi yang tertarik untuk menyaksikan hujan meteor Lyrid pada April 2025, ada beberapa tips yang bisa membantu mendapatkan pengalaman terbaik:
- Pilih lokasi jauh dari polusi cahaya: Carilah tempat yang gelap, seperti area perbukitan atau pedesaan, untuk melihat meteor dengan jelas.
- Datang lebih awal: Sebaiknya tiba di lokasi pada malam hari, sekitar tengah malam hingga dini hari, karena itu adalah waktu terbaik untuk melihat meteor yang jatuh.
- Tidak perlu teleskop!: Hujan meteor dapat dinikmati dengan mata telanjang. Lebih baik Anda mengamati seluruh langit dengan pandangan luas.
- Kenali konstelasi Lyra: Dengan mengetahui posisi konstelasi ini di timur, Anda bisa lebih mudah menemukan titik pancaran hujan meteor Lyrid.
Penulis : Annin Firnanda M.P
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira