JP Radar Kediri- Dalam usaha peternakan ayam cbaik skala kecil maupun besar penyakit unggas adalah momok yang bisa menyebabkan kerugian besar. Berbagai jenis penyakit dapat menyerang ayam, mulai dari yang ringan hingga mematikan. Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk mengenali jenis-jenis penyakit pada ayam dan mengetahui cara penanganannya yang tepat dan cepat.
Salah satu penyakit paling umum adalah Newcastle Disease (ND) atau dikenal sebagai penyakit tetelo. Penyakit ini bersifat sangat menular dan mematikan. Gejalanya meliputi batuk, bersin, sayap terkulai, hingga kelumpuhan. Penanganannya bisa dilakukan dengan pemberian vaksin secara berkala dan menjaga sanitasi kandang. Bila ayam sudah terinfeksi, isolasi dan berikan multivitamin untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.
Gumboro (IBD) adalah penyakit lain yang sering menyerang anak ayam usia 3–6 minggu. Gejalanya antara lain bulu kusut, lesu, dan feses putih encer. Penanganannya lebih kepada pencegahan melalui vaksinasi saat DOC (day old chick). Jika sudah terjangkit, ayam hanya bisa diberi multivitamin dan dijaga kebersihannya karena belum ada obat spesifik untuk Gumboro.
Baca Juga: Rutin Lakukan ini ! Agar Ayam tidak Mudah Terkena Penyakit
Cacingan juga termasuk penyakit umum, terutama pada ayam kampung dan ayam yang dipelihara di kandang terbuka. Gejalanya termasuk ayam kurus, lesu, dan nafsu makan menurun. Penanganan bisa dilakukan dengan memberikan obat cacing secara berkala setiap 2–3 bulan. Selain itu, kandang dan peralatan makan harus dijaga kebersihannya.
Sementara itu, berak kapur (pullorum) sering menyerang anak ayam. Gejalanya berupa feses berwarna putih seperti kapur dan menempel di dubur. Penanganannya meliputi pemberian antibiotik seperti furazolidone dan sanitasi ketat di kandang. Anak ayam yang terinfeksi berat sebaiknya segera dipisahkan dari kelompok utama.
Untuk mencegah penularan penyakit, sangat disarankan untuk menerapkan sistem biosekuriti, yaitu serangkaian tindakan preventif seperti desinfeksi kandang, pembatasan keluar-masuk orang ke area ternak, dan karantina ayam baru. Dengan kombinasi pencegahan, pengawasan, dan penanganan yang cepat, peternak bisa mengurangi risiko kerugian akibat penyakit dan menjaga produktivitas ayam tetap optimal.
Editor : Puspitorini Dian Hartanti