JP Radar Kediri- Teh merupakan salah satu minuman favorit banyak orang. Minum teh hangat di pagi atau sore hari dapat membuat tubuh menjadi rileks dan membuat susasana hati menjadi lebih baik.
Kecerendungan orang meminum teh ini menimbulkan beberapa pertanyaan muncul, Bolehkah teh seduh boleh diseduh dalam waktu yang lama?
Menurut beberapa penelitian, ada satu strategi yang bisa dipakai untuk memberikan rasa teh yang memuaskan. Startegi tersebut adalah dengan menyeduh teh sampai berada di titik matang.
Titik matang pada setiap teh tentunya berbeda beda. The lebih disarankan untuk diseduh dengan air panas dan diangkat setelah mencapai titik matang.
Jika sudah mencapai titik matang, rasa dan aroma dari teh ini dapat keluar dengan maksimal. Mengangkat celupan teh sebelum mencapai titik matang tentunya dapat memberikan rasa yang berbeda.
Kasus yang sama dapat terjadi jika mencelupkan teh terlalu lama dan melewati titik matang. The yang dicelupkan terlalu lama juga dapat memberikan rasa yang berbeda.
Namun, apa yang sebenarnya terjadi jika the dicelupkan terlalu lama melebihi dari titik matang?
Pada dasarnya, mencelupkan teh yang terlalu lama tidak dapat dapat menimbulkan efek buruk apapun. Justru, mecelupkan teh dengan waktu yang lama dapat memberikan manfaat yang baik bagi tubuh.
Saat Mencelupkan the dengan durasi yang lama, berbagai kasiat dari teh akan semakin keluar dan baik untuk kesehatan.
Anda pasti akan mendapatkan lebih banyak manfaat semakin lama Anda menyeduh teh. Anda akan mendapatkan lebih banyak flavonoid, polifenol, dan katekin.
Meskipun demikian, kadar kafein dan tenin yang ada dalam the juga akan ikut keluar lebih banyak yang membuat rasa the menjadi lebih pahit.
Kelebihan kafein ini juga dapat memberikan efek buruk seperti rasa cemas dan insomnia yang berlebihan.
Untuk itulauh sebaiknya kita menemukan titik matang yang pas untuk memberikan rasa yang enak serta manfaat yang baik.
Meskipun memiliki titik matang yang berbeda, pada umumnya teh memiliki titik matang yang bisa dicapai dalam waktu seduh 2-3 menit.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politekink Negeri Madiun (PNM)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira