Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Alkohol

Redaksi Radar Kediri • Senin, 14 April 2025 | 04:29 WIB
Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum AlkoholInilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Alkohol
Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum AlkoholInilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Alkohol

JP Radar Kediri- Minum alkohol adalah kebiasaan yang umum dilakukan banyak orang dalam berbagai kesempatan, mulai dari perayaan, pertemuan sosial, hingga sekadar untuk relaksasi.

Namun, di balik sensasi hangat dan euforia sesaat yang ditimbulkan, alkohol memicu serangkaian reaksi dalam tubuh yang tidak selalu disadari.

Ketika seseorang meneguk alkohol, proses kompleks mulai terjadi dari sistem pencernaan hingga sistem saraf pusat.

Alkohol pertama-tama masuk melalui mulut dan turun ke lambung serta usus halus, di mana sebagian besar diserap ke dalam aliran darah.

Dari sana, alkohol mulai menyebar ke seluruh tubuh dan memengaruhi berbagai organ.

Salah satu yang paling terdampak adalah otak. Alkohol bekerja sebagai depresan sistem saraf pusat, yang artinya ia memperlambat fungsi otak.

Inilah sebabnya mengapa setelah beberapa teguk, seseorang bisa merasa lebih rileks, bicara menjadi lebih lancar, atau bahkan merasa lebih percaya diri.

Namun, efek ini juga disertai dengan penurunan kemampuan koordinasi, pengambilan keputusan yang buruk, serta perlambatan refleks.

Hati memainkan peran penting dalam memproses alkohol, memecahnya agar bisa dikeluarkan dari tubuh. Tapi hati hanya bisa memetabolisme sekitar satu gelas alkohol per jam.

Jika seseorang minum lebih cepat dari kemampuan hati memprosesnya, kadar alkohol dalam darah meningkat dan dampaknya terhadap tubuh makin terasa.

Dalam jangka pendek, ini bisa menyebabkan mabuk, muntah, kehilangan kesadaran, dan bahkan keracunan alkohol yang membahayakan jiwa.

Selain itu, alkohol bersifat diuretik, yang berarti meningkatkan produksi urine dan menyebabkan dehidrasi. Inilah salah satu alasan mengapa orang sering merasa haus dan pusing setelah minum alkohol.

Jantung dan pembuluh darah juga tidak luput dari pengaruh alkohol.

Dalam jumlah kecil, alkohol bisa melebarkan pembuluh darah dan memberikan sensasi hangat, tetapi konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan irama jantung dan tekanan darah tidak stabil.

Lambung juga dapat mengalami iritasi akibat alkohol, terutama jika diminum dalam kondisi perut kosong.

Iritasi ini bisa menyebabkan mual, nyeri lambung, atau bahkan peradangan lambung.

Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan berisiko menyebabkan kerusakan hati seperti hepatitis alkoholik, sirosis, hingga kanker hati.

Organ lain seperti pankreas dan sistem kekebalan tubuh juga bisa terganggu kinerjanya.

Minum alkohol juga dapat berdampak pada kesehatan mental.

Meski awalnya memberikan rasa rileks, dalam jangka panjang alkohol bisa memicu atau memperburuk depresi, kecemasan, serta ketergantungan psikologis dan fisik.

Secara keseluruhan, tubuh manusia memang memiliki mekanisme untuk memproses alkohol, tetapi mekanisme ini memiliki batas.

Ketika batas ini terus-menerus dilampaui, risiko kerusakan fisik dan mental akan meningkat secara signifikan.

Oleh karena itu, memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat minum alkohol dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih bijak terkait kebiasaannya.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#bahaya #kediri #minum alkohol #alkohol #Efek