Kediri, JP Radar Kediri - Pernah nggak sih kamu merasa gaji baru masuk, eh… udah habis aja? Mau nabung susah, apalagi buat investasi. Rasanya gaji cuma numpang lewat. Padahal udah kerja keras tiap hari, tapi tetap aja uang kayak nggak bisa “nyantol”. Kalau kamu ngalamin hal ini, tenang—kamu nggak sendiri. Banyak orang juga merasakan hal yang sama. Tapi, kenapa sih ini bisa terjadi? Dan gimana cara mengatasinya?
Kenapa Gaji Nggak Pernah Cukup?
- Biaya Hidup Terus Naik
Harga kebutuhan pokok naik, ongkos transportasi naik, makan di luar juga makin mahal. Tapi sayangnya, gaji belum tentu naik secepat itu. Akhirnya, pengeluaran jadi lebih besar dari pemasukan.
- Gaya Hidup Tanpa Sadar Naik
Dulu bisa hidup dengan pengeluaran Rp1 juta per bulan, sekarang kok jadi Rp3 juta? Salah satu penyebabnya: lifestyle creep. Ketika penghasilan naik sedikit, pengeluaran ikut naik—misal upgrade HP, nongkrong lebih sering, beli barang yang sebenarnya nggak dibutuhin.
- Kurang Perencanaan Keuangan
Tanpa budgeting, uang gaji mudah hilang tanpa jejak. Banyak orang nggak sadar uangnya habis ke mana aja, karena nggak dicatat atau direncanakan dengan jelas.
- Cicilan dan Utang
Kalau terlalu banyak nyicil barang atau punya utang konsumtif, gaji akan terus tersedot untuk bayar itu semua, belum lagi bunganya.
- Tidak Punya Dana Darurat
Ketika ada hal mendadak seperti sakit atau motor rusak, langsung ambil dari uang bulanan atau bahkan berutang. Akhirnya, uang makin tipis.
Cara Mengatasinya
- Bikin Budget Bulanan
Tentukan alokasi gaji kamu tiap bulan: berapa untuk kebutuhan pokok, tabungan, hiburan, dan lainnya. Gunakan rumus sederhana seperti 50-30-20:
- 50% untuk kebutuhan (makan, transport, sewa)
- 30% untuk keinginan (nongkrong, belanja)
- 20% untuk tabungan atau investasi
- Catat Pengeluaran Harian
Gunakan aplikasi keuangan atau catatan manual untuk tahu uangmu ke mana aja. Ini ngebantu banget untuk mengontrol pengeluaran nggak penting.
- Prioritaskan Tabungan di Awal
Begitu gaji masuk, langsung sisihkan dulu untuk tabungan, bukan nunggu sisa. Ini disebut “pay yourself first”. Misal, langsung simpan 10-20% dari gaji ke rekening terpisah.
- Kurangi Cicilan dan Gaya Hidup Konsumtif
Cicilan boleh, tapi jangan lebih dari 30% penghasilan. Evaluasi juga gaya hidupmu—perlu nggak beli kopi setiap hari atau langganan semua platform streaming?
- Cari Tambahan Penghasilan
Kalau udah ngirit maksimal tapi masih nggak cukup, bisa jadi memang gajinya yang kurang. Coba cari side job, freelance, atau jualan online buat nambah pemasukan.
- Belajar Finansial Dasar
Nggak perlu langsung jadi ahli investasi. Tapi pelajari hal-hal dasar seperti tabungan darurat, pentingnya asuransi, dan cara memilih instrumen investasi yang cocok.
Penulis : Annin Firnanda, Udinus Kediri
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira