Kebiasaan anjing atau kucing buang air di sembarang tempat tentu menyebalkan. Tetapi itu sudah sifat nalurinya. Terutama pada saat birahi.
Spraying (menyemprotkan urine) adalah cara anjing atu kucing menandai daerahnya (marking). Untuk menekan intensitas spraying atau marking tersebut, salah satunya adalah dengan melakukan sterilisasi atau kastrasi. “Dilakukan sterilisasi untuk mengendalikan jumlah populasi,” terang Dokter Pujiono di Klinik Hewan Asa.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Puji menjelaskan sterilisasi atau kastrasi ini adalah dengan mengambil testis anjing. Untuk mengambil organ yang memproduksi sperma ini perlu dilakukan operasi. Selama proses pengambilan anjing akan mendapatkan bius.
Bagi pecinta binatang, kastrasi masih terjadi pro dan kontra. Akan tetapi, tindakan ini sebenarnya sangat bermanfaat bagi hewan tersbut. Di antaranya lebih tahan dari beberapa penyakit.
Proses Operasi Hanya Setengah Jam
Karena merupakan operasi kecil, anjing tersebut tidak dibius total. Bahkan prosesnya hanya memakan waktu setengah jam.
Untuk melakukan sterilisasi kondisi anjing harus sehat. Dan yang paling penting sudah memasuki masa pubertas. “Waktu yang tepat untuk dilakukan sterilisasi saat anjing menginjak usia diatas satu tahun,” imbuhnya.
Puji menjelaskan ada alasan tertentu kenapa perlu dilakukan usia diatas satu tahun. Karena pada saat anjing sudah berusia di atas satu tahun, ukuran testisnya sudah besar.
Testis anjing di bawah 1 tahun belum terlihat. Bahkan pada umur di bawah 6 bulan, testisnya masih berada di dalam.
Selain itu kriteria kastrasi pada anjing jantan ini setidaknya satu bulan setelah penurunan testis kedalam skrotum (kantung buah dzakar). Hal ini bertujuan agar mempermudah penjangkauan testis.
Anjing Jadi Tidak Mudah Sakit
Setelah dilakukan sterilisasi membuat anjing jantan ini tidak mudah sakit. Terutama penyakit pada saluran kencing.
Anjing yang memiliki permasalahan pada saluran kencing ini ditandai dengan, jumlah urin yang dikeluarkan ini sedikit. Tidak hanya jumlah yang sedikit, namun terdapat darah dalam urinnya.
Selain penyakit saluran kemih, anjing juga rentan terkena batu kandung kemih, kanker kandung kemih, inkontinensia urin, dan infeksi atau peradangan pada ginjal.
Semua itu menyebabkan masalah saat sedang kencing. Dengan dilakukan sterilisasi, resiko anjing terkena penyakit tersebut berkurang.
“Setelah operasi perlu waktu tiga hari untuk pemulihannya,” kata Puji. Proses pemulihan ini lebih cepat dari proses sterilisasi pada anjing betina. Di mana untuk anjing betina ini memerlukan setidaknya sekitar satu minggu. (ara)
Editor : Jauhar Yohanis