JP Radar Kediri- Ayam Brahma dikenal sebagai salah satu ayam terbesar di dunia dengan postur gagah dan bulu yang lebat. Berasal dari Amerika Serikat, ayam ini awalnya dikembangkan dari persilangan ayam Asia, khususnya dari Tiongkok dan India. Karena ukurannya yang besar dan keindahan bulunya, ayam Brahma sering dijadikan ayam hias sekaligus ayam pedaging berkualitas tinggi.
Ayam Brahma bisa tumbuh hingga mencapai berat 5–7 kg untuk jantan dan sekitar 4–5 kg untuk betina. Bulunya yang lebat, termasuk di bagian kakinya, menjadi salah satu ciri khas utama yang membuatnya tampak unik. Selain itu, ayam ini terkenal jinak dan mudah beradaptasi dengan lingkungan, sehingga cocok dipelihara oleh pemula maupun penghobi ayam hias.
Selain sebagai ayam hias ayam Brahma juga memiliki potensi sebagai ayam pedaging. Dengan bobot yang besar, dagingnya dikenal lebih padat dan memiliki cita rasa yang lezat. Meskipun pertumbuhannya lebih lambat dibanding ayam broiler, daging ayam Brahma tetap memiliki nilai jual yang tinggi, terutama di kalangan pencinta unggas premium.
Dari segi produktivitas telur, ayam Brahma juga cukup menguntungkan. Meskipun bukan ayam petelur utama, ayam ini mampu menghasilkan sekitar 120–150 butir telur per tahun. Telurnya berukuran cukup besar dengan warna coklat krem yang khas. Hal ini menjadikannya pilihan menarik bagi peternak yang ingin mendapatkan keuntungan dari dua aspek, yaitu daging dan telur.
Harga ayam Brahma cukup bervariasi tergantung usia dan kualitasnya. Anak ayam Brahma biasanya dijual mulai dari ratusan ribu rupiah, sementara ayam dewasa bisa mencapai jutaan rupiah, terutama untuk jenis dengan warna bulu yang langka. Karena itu, banyak peternak dan kolektor ayam hias yang tertarik untuk membudidayakan ayam ini.
Dengan kombinasi ukuran raksasa, karakter jinak, dan nilai ekonomis yang tinggi, ayam Brahma menjadi salah satu jenis ayam unggulan bagi para peternak dan penghobi. Baik sebagai ayam hias maupun ayam pedaging premium, ayam ini tetap menjadi primadona di dunia unggas.
Editor : Puspitorini Dian Hartanti