JP Radar Kediri – Siput Gunung Berapi atau Chysomallon Squamiferum merupakan salah satu hewan yang hidup pada dasar Samudra Hindia di Lepas Pantai Timur dan Selatan Madagaskar.
Hewan ini awal mulanya ditemukan oleh ilmuan hongkong yang mengungkap bahwa ternyata ada hewan yang hidup di ventilasi Hidrotermal bumi.
Para ilmuan ini menemukan hewan ini pada kedalaman sekitar 2.400-2.800 m.
Hewan ini hidup pada ventilasi hidrotermal yaitu lubang di dasar laut tempat keluarnya air panas bumi.
Ventilasi ini terbentuk di area yang aktif secara vulkanik seperti pegunungan berapi dan lempeng tektonik.
Siput Gunung Berapi adalah salah satu dari banyak gastropoda laut dalam, yang menrik dari hewan ini adalah kemapuan yang luar biasa untuk bertahan pada suhu panas hingga 400 derajat Celcius.
Hewan ini mempunyai kemampuan untuk menyerap logam besi dari air untuk membentuk lapisan besi sulfida pada cangkang, tubuh, dan kaki mereka, hal inilah yang memungkinkan siput ini hidup pada habitatnya.
Siput Gunung Berapi adalah satu-satunya mahluk yang diketauhi dapat memasukan zat-zat tersebut kedalam kerangka meraka.
Siput ini hidup bergantung pada rasio besi, sulfida, pirit dan gregit di ventilasi hidrotermal. Hewan ini dapat memiliki warna mulai dari putih, emas, hingga hitam.
Penulis: Yulita Dyah Kusumasari
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira