JP Radar Kediri- Bonsai menjadi seni merawat tanaman yang indah. Miniatur bonsai memiliki beragam bentuk yang cantik dan menarik.
Pembuatannya pun memerlukan teknik dan kesabaran.
Namun tak hanya sekadar cantik dalam membuat bonsai, memiliki aliran dan filosofi di dalamnya.
Ini juga memberikan kebebasan bagi para penggemar untuk mengekspresikan diri melalui pohon yang mereka rawat.
Berikut ini adalah berbagai aliran membuat bonsai yang sering digunakan:
1. Chokkan (Bonsai Tegak Formal)
Aliran ini memiliki ciri barang yang tegak lurus. Ini memberikan kesan simetri dan kestabilan.
Sedangkan, cabang-cabang utama tumbuh secara berurutan dari bawah ke atas, lebih besar di bagian bawah dan semakin kecil ke atas.
Biasanya, pohon ini memiliki struktur yang sangat terorganisir, menciptakan tampilan yang simetris dan harmonis.
Chokkan memiliki filosofi menggambarkan pohon yang tumbuh di alam dengan bentuk yang elegan dan teratur, menunjukkan kedisiplinan dan kesempurnaan bentuk alami pohon.
Ini adalah salah satu gaya yang paling populer dalam bonsai karena menampilkan keindahan alam yang terstruktur.
Pohon yang biasa digunakan adalah Pinus, cemara, dan juniper sering kali digunakan dalam aliran ini karena kemampannya untuk berkembang dengan bentuk tegak yang kuat.
2. Moyogi (Bonsai Tegak Informal)
Batang utama memiliki lekukan yang alami. Tidak seperti Chokkan, batang tidak tegak lurus, tetapi memiliki beberapa belokan halus yang memberi kesan alami.
Cabang-cabang juga tumbuh mengikuti alur lekukan batang, memberikan tampilan yang lebih bebas dan dinamis.
Batang yang berkelok memberi kesan pohon yang telah beradaptasi dengan angin atau kondisi lingkungan.
Filosofinya mencerminkan pohon yang tumbuh secara alami, beradaptasi dengan kondisi eksternal, seperti angin atau kondisi tanah yang tidak ideal.
Gaya ini menggambarkan kelenturan dan daya tahan hidup pohon.
Pohon yang biasa digunakan adalah Maple, ficus, dan juniper sering digunakan dalam gaya ini karena kemampuannya untuk beradaptasi dengan bentuk yang tidak teratur.
3. Shakan (Bonsai Miring)
Ciri-cirinya, batang pohon miring ke satu sisi, memberi kesan bahwa pohon tersebut terpengaruh oleh angin atau kondisi alam lainnya.
Sedangkan di bagian cabang-cabangnya, mengikuti arah miring batang utama, dengan sebagian besar cabang tumbuh di sisi yang lebih tinggi.
Ini memberikan kesan gerakan atau ketegangan dalam bentuk pohon, seolah-olah pohon tersebut harus berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan yang keras.
Filosofinya, Shakan menggambarkan ketahanan dan fleksibilitas pohon dalam menghadapi tantangan alam.
Gaya ini sering kali mencerminkan semangat hidup yang tangguh dan daya tahan yang luar biasa.
Contoh Pohon yang biasa digunakan adalah pinus dan juniper sering dipilih untuk gaya ini, karena bentuk batang mereka yang bisa disesuaikan dengan mudah untuk menciptakan kesan miring.
4. Kengai (Bonsai Cascading)
Ciri-cirinya batang utama pohon menggantung ke bawah dengan cabut-cabang yang jatuh secara vertikal.
Gaya ini memberikan tampilan dramatis dan dinamis, seolah-olah pohon tumbuh di tepi tebing atau jurang.
Biasanya, tanaman ini diatur dalam posisi pot yang lebih tinggi, untuk menekankan efek menggantung dari batang dan cabangnya.
Filosofinya adalah Kengai mengambarkan keindahan alam liar yang ekstrem, seperti pohon yang tumbuh di tempat-tempat yang sulit dan menantang.
Gaya ini menonjolkan kekuatan dan ketahanan pohon dalam menghadapi kondisi yang keras.
Contoh Pohonnya, Juniper dan cemara adalah pilihan yang umum untuk menciptakan gaya ini karena kemampuannya untuk bertahan dalam kondisi yang keras dan bentuk batang yang fleksibel.
5.Sokan (Bonsai Ganda)
Ciri-cirinya, terdiri dari dua batang pohon yang tumbuh berdampingan dengan akar yang bersatu di bawah tanah.
Kedua batang bisa tumbuh dalam arah yang sama atau sedikit berbeda, menciptakan kesan simetri yang harmonis.
Cabang-cabang biasanya tersebar secara teratur pada kedua batang, menciptakan keseimbangan visual.
Filosofinya,Sokan menggambarkan hubungan yang kuat dan kesatuan, sering dikaitkan dengan dua unsur yang bekerja bersama untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar. Gaya ini melambangkan kedekatan dan persatuan.
Contoh Pohon yang biasa digunakan adalah Maple, azalea, dan ficus sering digunakan dalam aliran ini karena kemampuannya untuk menciptakan bentuk ganda yang harmonis.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah