Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kucing Anggora, Ternyata Berasal Dari Alam Liar Benua Afrika

Jauhar Yohanis • Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:24 WIB
Kucing Anggora, anggun dan manja
Kucing Anggora, anggun dan manja

Kucing Anggora merupakan salah satu ras kucing tertua di dunia yang berasal dari Turki, khususnya di wilayah Ankara. Angkara konon dulu dikenal sebagai Anggora. Itulah sebabnya akhirnya kucing ini disebut sebagai kucing Anggora. Keberadaannya telah terdokumentasi sejak zaman Kekaisaran Ottoman.

Kucing ini sering dianggap sebagai simbol kemewahan di kalangan bangsawan. Bahkan, pada abad ke-17, Kucing Anggora dibawa ke Eropa oleh para pedagang dan pelancong, memperkenalkannya sebagai kucing eksotis yang sangat dihargai.

Beberapa sumber menyebutkan kucing anggora berasal kucing liar di Afrika. Kucing kucing tersebut dijinakkan bangsa Tatar. Kucing eksotis ini kemudian dibawa ke Turki oleh pedagang Mesir pada zaman peradaban mesir kuno.

Kucing-kucing tersebut kemudian berkembang biak di daerah pegunungan. Terisolasi dari jenis kucing liar lainnya. Dari perkawinan sedarah inilah diperkirakan muncul ras kucing yang akhirnya menjadi piaraan para bangsawan saat itu.

Ciri Fisik

Kucing Anggora memiliki tubuh yang ramping, lincah, serta berotot, memberikan kesan anggun saat bergerak. Bulunya panjang, lembut, dan halus dengan berbagai variasi warna. Yang paling ikonik dari kucing ini adalah yang berbulu putih bersih.

Mata mereka sering kali berwarna biru, kuning, atau bahkan heterokromia (dua warna mata yang berbeda). Ekor mereka panjang dan berbulu lebat, menyerupai bulu ekor musang, menambah daya tarik estetis mereka.

Habitat Aslinya

Di habitat aslinya, yaitu di wilayah Turki, Kucing Anggora terbiasa dengan kondisi iklim yang ekstrem, baik dingin maupun panas. Bulu mereka yang tebal berfungsi sebagai perlindungan dari suhu dingin.

Sementara tubuh mereka yang ramping membantu dalam beradaptasi terhadap lingkungan yang lebih hangat. Saat ini, di Turki sendiri, Kucing Anggora masih dilindungi secara ketat di berbagai lembaga konservasi.

Sifat Kucing Anggora

Anggora terkenal dengan kecerdasan dan rasa ingin tahu yang tinggi. Anggora terkenal sangat aktif, suka bermain. Kucing ini juga memiliki ikatan yang erat dengan pemiliknya.

Tidak jarang si kucing ini mengikuti pemiliknya ke mana-mana. Dalam segala aktivitas pemilik seolah ingin ikut berpartisipasi. Selain itu, Anggora juga dikenal sebagai kucing yang komunikatif. Suaranya lembut manja. Ini merupakan salah satu cara berkomunikasi dengan manusia.

Populasi Saat Ini

Meskipun Kucing Anggora cukup populer, populasi aslinya yang murni semakin berkurang. Hal ini dipicu oleh perkawinan anggora dengan kucing lain. Penyebabnya, tidak semua pecinta kucing menyadari pentingnya menjaga ras. Mereka memelihara kucing dengan ras berbeda.

Banyaknya persilangan dengan ras lain tersebut membuat Anggora asli semakin langka. Untuk menjaga kemurnian ras ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh lembaga konservasi di Turki serta komunitas pecinta kucing di seluruh dunia.

Sifat Kucing Anggora Jantan dan Betina

Kucing anggora jantan cenderung lebih aktif dan suka bermain. Anggora jantan sering kali menunjukkan sikap dominan terhadap kucing lain di sekitarnya. Mereka juga lebih vokal dan suka mencari perhatian.

Sementara itu, betina lebih tenang, penyayang, dan sering menunjukkan sifat keibuan. Terutama ketika berada di sekitar anak-anak atau hewan lain di rumah.

Kemampuan Reproduksi

Anggora memiliki tingkat reproduksi yang cukup tinggi, terutama jika tidak dikontrol dengan sterilisasi. Mereka mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 6 hingga 9 bulan.

Seekor betina yang siap kawin akan menunjukkan tanda-tanda seperti berguling-guling, mengeong dengan nada tinggi, serta sering menggesekkan tubuhnya ke berbagai benda di sekitarnya.

Masa Kawin, Masa Kandungan, dan Jumlah Anak yang Dilahirkan

Musim kawin kucing Anggora biasanya terjadi beberapa kali dalam setahun, terutama di musim semi dan musim panas. Masa kehamilan berlangsung sekitar 63 hingga 67 hari.

Dalam satu kali kelahiran, induk betina dapat melahirkan antara 3 hingga 6 anak, tergantung pada faktor genetik dan kesehatan induknya. Anak kucing yang baru lahir biasanya sangat rentan dan membutuhkan perawatan ekstra dari induknya selama beberapa minggu pertama.

Harga Kucing Anggora di Pasaran

Di pasaran, harga Kucing Anggora bervariasi tergantung pada kemurnian ras, warna bulu, serta usia. Kucing Anggora non-pedigree (tanpa sertifikat resmi) biasanya dijual dengan harga mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

Sementara itu, Anggora dengan sertifikat resmi dari asosiasi kucing internasional dapat mencapai harga Rp5 juta hingga Rp15 juta atau lebih. Terutama jika memiliki kualitas genetik unggul.

Sebagai salah satu kucing ras tertua yang masih eksis hingga saat ini, Kucing Anggora tetap menjadi primadona di kalangan pecinta kucing.

Keanggunan, kecerdasan, serta kepribadiannya yang penuh pesona menjadikannya pilihan ideal bagi siapa pun yang menginginkan kucing dengan karakter unik dan memikat.

 

Editor : Jauhar Yohanis
#turki #jantan #kucing anggora #kucing turki #kucing lucu #Ankara