Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tren Fenomena Kata Fomo di Kalangan Anak Muda, Apa itu?

Redaksi Radar Kediri • Senin, 17 Maret 2025 | 18:15 WIB
Fenomena Fomo
Fenomena Fomo

Kediri, JP Radar Kediri - Di era digital, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, banyak orang tanpa sadar terus menggulir layar ponsel mereka untuk melihat apa yang sedang terjadi. Salah satu dampak psikologis yang muncul dari kebiasaan ini adalah FOMO (Fear of Missing Out), atau ketakutan ketinggalan sesuatu yang penting atau menyenangkan.

Apa Itu FOMO?

FOMO adalah perasaan cemas atau takut ketinggalan momen berharga yang dialami orang lain. Fenomena ini semakin diperkuat oleh media sosial yang menampilkan kehidupan ‘sempurna’ orang lain dalam bentuk unggahan foto, video, atau cerita.

Bagaimana Media Sosial Memperkuat FOMO?

  1. Eksposur Berlebihan terhadap Kehidupan Orang Lain
    Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter memungkinkan kita untuk melihat pencapaian dan pengalaman orang lain secara instan. Hal ini bisa memicu perasaan bahwa hidup kita kurang menarik dibandingkan dengan mereka.
  2. Dampak Algoritma Media Sosial
    Algoritma media sosial dirancang untuk menampilkan konten yang membuat pengguna terus scrolling. Postingan viral, tren terbaru, dan update dari teman membuat kita merasa harus terus mengikuti perkembangan agar tidak merasa tertinggal.
  3. Tekanan Sosial dan Standar yang Tidak Realistis
    Banyak orang hanya menampilkan sisi terbaik dari hidup mereka di media sosial, menciptakan ilusi bahwa kehidupan mereka selalu menyenangkan. Hal ini bisa menyebabkan tekanan sosial bagi pengguna lain yang merasa hidup mereka tidak sebanding.

Dampak FOMO pada Kehidupan Sehari-hari

FOMO Bisa Jadi Motivasi Positif

Meskipun sering dianggap negatif, FOMO juga bisa dimanfaatkan sebagai dorongan untuk berkembang. Jika digunakan dengan cara yang tepat, perasaan ini dapat menjadi motivasi untuk:

JOMO: Kebahagiaan dalam Melewatkan Tren

Sebagai lawan dari FOMO, muncul konsep JOMO (Joy of Missing Out), yaitu kesadaran bahwa tidak mengikuti tren atau tidak selalu online justru bisa membawa kebahagiaan. Beberapa manfaat JOMO antara lain:

Cara Mengatasi FOMO dan Beralih ke JOMO

  1. Sadari Bahwa Media Sosial Tidak Sepenuhnya Mencerminkan Realitas
    Kebanyakan orang hanya membagikan momen terbaik mereka, bukan keseluruhan hidup mereka.
  2. Batasi Waktu Bermain Media Sosial
    Mengatur screen time dan menetapkan waktu bebas gadget bisa membantu mengurangi kecemasan akibat FOMO.
  3. Fokus pada Kehidupan Sendiri
    Alih-alih membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik fokus pada pencapaian pribadi dan menikmati momen saat ini.
  4. Gunakan Media Sosial dengan Bijak
    Manfaatkan media sosial untuk hal positif seperti belajar keterampilan baru atau membangun koneksi yang bermakna.
  5. Latih Diri untuk Menikmati JOMO
    Cobalah untuk sesekali memutuskan koneksi dari media sosial dan nikmati ketenangan dalam kehidupan nyata tanpa harus tahu semua yang sedang tren.

Penulis : Annin Firnanda M.P, Mahasiswa UDINUS Kediri

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#fomo #TREND