JP Radar Kediri - Pada bulan puasa, sebagian banyak orang memikirkan cara agar mereka bisa menahan lapar lebih lama sampai berbuka, salah satunya dengan cara makan yang terlalu banyak pada saat sahur.
Logikanya sederhana, makin banyak makanan yang masuk, makin lama tubuh punya cadangan energi. Tapi, apakah cara ini terbukti efektif? Atau justru ada efek sebaliknya? simak penjelasan berikut.
Apa yang Terjadi Saat Kita Makan Banyak di Sahur?
Saat kita makan dalam jumlah besar, tubuh akan mencerna dan menyerap nutrisi dengan cepat. Namun, makanan yang tinggi karbohidrat sederhana seperti nasi putih, roti manis, atau makanan berlemak bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat naik, tetapi juga cepat turun. Akibatnya, justru bisa lebih cepat merasa lapar!
Sebaliknya, makan sahur dengan kombinasi tepat yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat, bisa membuat kenyang lebih lama. Misalnya, telur, oat, sayuran, serta kacang-kacangan bisa memperlambat pencernaan dan membantu tubuh mempertahankan energi lebih stabil sepanjang hari.
Baca Juga: Kediri Dibanjiri Pendatang! Urbanisasi Meledak, Apa Dampaknya bagi Warga Lokal?
Makan Banyak vs. Makan Cerdas
Daripada kamu makan dalam porsi berlebihan, lebih baik fokus pada kualitas makanan. karena yang berlebihan belum tentu bisa bikin kamu kenyang lebih lama dan yang berkualitas sudah pasti bikin kamu kenyang lebih lama. Berikut beberapa tips agar kamu tetap kenyang lebih lama saat puasa:
- Perbanyak protein: Telur, ayam, ikan, atau tahu tempe membantu rasa kenyang lebih tahan lama.
- Konsumsi serat: Sayur, buah, dan biji-bijian memperlambat pencernaan.
- Pilih lemak sehat: Alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun membantu menjaga energi stabil.
- Minum cukup air: Dehidrasi bisa membuat tubuh terasa lemas dan mudah lapar.
Jadi, makan banyak saat sahur tidak otomatis bikin kamu tahan lapar lebih lama. Yang lebih penting adalah memilih makanan yang tepat agar energi tetap stabil sepanjang hari. Jadi, mulai sekarang, yuk makan sahur dengan lebih cerdas, bukan sekadar lebih banyak!
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira