Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Burung Cucak Jenggot, Dipercaya Mampu Mendatangkan Rejeki

Nakula Agi Sada • Senin, 17 Februari 2025 | 19:22 WIB
Cucak Jenggot
Cucak Jenggot

Burung cucak jenggot (Alophoixus bres) adalah salah satu jenis burung pengicau yang populer di kalangan pecinta burung di Indonesia. Burung ini memiliki daya tarik tersendiri, baik dari segi penampilan maupun suaranya yang khas. 

Namanya yang unik berasal dari ciri fisik berupa bulu putih menyerupai janggut di bagian leher dan dagunya. Selain itu, burung ini juga dikenal sebagai burung yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, menjadikannya pilihan favorit untuk dipelihara.  

Secara fisik, burung cucak jenggot memiliki ukuran tubuh sekitar 22 cm dengan warna tubuh yang memadukan coklat zaitun di bagian atas dan kuning cerah di bagian bawah. 

Bagian tenggorokan dan dagunya dihiasi bulu putih mencolok, sementara pipinya berwarna abu-abu. Ekor burung ini berwarna coklat kemerahan, memberikan kesan elegan pada penampilannya. 

Paruhnya berwarna hitam, sedangkan kakinya berwarna coklat keabu-abuan. Kombinasi warna ini membuat cucak jenggot tampak sederhana namun tetap menarik perhatian.  

Burung ini tersebar luas di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. 

Baca Juga: Burung Cucak Kinoi, Suara Burung Langka ini Bisa Terdengar Hingga Ratusan Meter

Di Indonesia sendiri, cucak jenggot dapat ditemukan di pulau-pulau besar seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Habitat alaminya meliputi hutan primer dan sekunder, serta semak belukar yang rapat. 

Mereka sering terlihat di area dengan banyak pepohonan rindang yang menyediakan makanan berupa serangga kecil dan buah-buahan.  

Cucak jenggot dikenal sebagai burung yang aktif dan lincah. Mereka biasanya hidup sendirian atau berpasangan, meskipun terkadang dapat ditemukan dalam kelompok kecil saat mencari makan. 

Pola makan mereka terdiri dari serangga seperti jangkrik dan ulat serta buah-buahan seperti pepaya dan pisang. 

Kebiasaan makan ini menjadikan mereka bagian penting dalam ekosistem hutan karena membantu menyebarkan biji-bijian dari buah yang mereka konsumsi.  

Salah satu daya tarik utama cucak jenggot adalah kicauannya yang merdu dan khas. Suara mereka cenderung monoton namun tetap enak didengar, sehingga sering dijadikan sebagai "masteran" untuk melatih burung lain agar memiliki variasi suara yang lebih kaya. 

Baca Juga: 6 Jenis Burung yang Bisa Dipilih untuk Peliharaan Pertama Kali, Pemula Wajib Tahu!

Kicauan cucak jenggot juga digunakan untuk menarik perhatian pasangan saat musim kawin tiba. Hal ini menunjukkan bahwa suara adalah salah satu elemen penting dalam kehidupan sosial burung ini.  

Musim kawin cucak jenggot biasanya berlangsung pada awal musim hujan. Mereka membangun sarang dari bahan-bahan alami seperti daun kering dan serat palem yang direkatkan dengan jaring laba-laba. 

Sarang ini biasanya diletakkan di cabang pohon yang tersembunyi untuk melindungi telur-telur mereka dari predator. Dalam satu kali bertelur, cucak jenggot biasanya menghasilkan dua butir telur berwarna merah muda dengan bintik-bintik ungu.  

Selain keindahan fisik dan suaranya, burung cucak jenggot juga memiliki tempat istimewa dalam budaya masyarakat Indonesia. 

Banyak orang percaya bahwa memelihara burung ini dapat membawa keberuntungan dan rezeki bagi pemiliknya. 

Baca Juga: Keindahan dan Karakteristik Burung Gold Amadin Warna Pastel

Beberapa bahkan menganggapnya sebagai simbol perlindungan dari hal-hal negatif atau energi buruk di sekitar rumah. Kepercayaan ini membuat popularitas cucak jenggot semakin meningkat di kalangan penghobi burung hias. 

Editor : Jauhar Yohanis
#Burung Murai Cepat Berkicau #makanan burung kicauan #cucak kinoi #cucak jenggot #Burung Purba Selandia Baru #burung trucukan #cucak hijau