JP Radar Kediri - Jalak Afrika, atau yang memiliki nama ilmiah Lamprotornis superbus adalah burung eksotis yang berasal dari Afrika Timur.
Burung ini dikenal karena keindahan bulunya yang berwarna cerah dan mengilap, serta kicauannya yang merdu.
Jalak Afrika dapat ditemukan di negara-negara seperti Ethiopia, Somalia, Uganda, Kenya, Sudan, dan Tanzania.
Habitat alaminya meliputi savana, semak duri, hutan terbuka, hingga area pertanian dengan ketinggian mencapai 2.650 meter di atas permukaan laut.
Keunikan burung ini membuatnya menjadi salah satu burung yang diminati oleh para pecinta burung di seluruh dunia.
Baca Juga: Istilah-istilah yang Sering Dipakai di Dunia Perburungan, Kicau Mania Wajib Tahu!
Burung Jalak Afrika memiliki ciri khas berupa bulu metalik yang memantulkan cahaya sehingga terlihat sangat memukau.
Panjang tubuhnya sekitar 18-20 cm, dengan perpaduan warna biru kehijauan pada bagian punggung, oranye di bagian perut, dan putih di dada atasnya.
Matanya berwarna kuning cerah yang memberikan kesan tajam dan penuh karakter. Kombinasi warna ini menjadikan Jalak Afrika sebagai salah satu burung paling cantik di antara spesies jalak lainnya.
Selain penampilannya yang memukau, Jalak Afrika juga dikenal karena suaranya yang merdu dan bervariasi.
Kicauan burung ini sering kali terdengar seperti perpaduan antara suara jalak suren dan jalak Hongkong.
Baca Juga: Jangan Lakukan Ini, Agar Akuarium Akrilikmu Tetap Indah untuk Dilihat
Hal ini membuatnya menjadi favorit para penghobi burung kicauan. Jalak Afrika juga memiliki kemampuan menirukan suara-suara di sekitarnya, sehingga sering kali dijadikan burung peliharaan untuk hiburan di rumah.
Meskipun berasal dari Afrika, Jalak Afrika cukup mudah ditemukan di Indonesia karena banyak diimpor oleh para pedagang burung.
Harga burung ini cukup tinggi, berkisar antara Rp1.300.000 hingga Rp2.500.000 per ekor tergantung pada usia dan kondisinya.
Harga tersebut sebanding dengan keindahan dan keunikan yang ditawarkan oleh burung ini.
Tak heran jika Jalak Afrika menjadi simbol prestise bagi para kolektor burung eksotis.
Baca Juga: Mitos Babi Ngepet, Abdi Setan yang Kaya Raya dalam Sekejap
Dalam hal perilaku, Jalak Afrika adalah burung sosial yang hidup berkelompok di alam liar.
Mereka sering terlihat terbang rendah sambil mencari makanan seperti serangga kecil, ulat, buah-buahan, atau biji-bijian.
Salah satu hal menarik dari perilaku mereka adalah kecenderungan untuk saling membantu dalam membesarkan anak-anak burung lain dalam kelompok mereka.
Hal ini menunjukkan sifat sosial dan gotong royong yang kuat dalam komunitas mereka.
Untuk memelihara Jalak Afrika, diperlukan perhatian khusus terhadap kebersihan kandang dan pemberian makanan bergizi seperti serangga hidup (jangkrik atau ulat hongkong) serta buah-buahan segar seperti pepaya atau pisang.
Baca Juga: Cek Kalender Februari 2025 Selasa 6 Februari Lengkap Weton dan Perhitungan Neptu
Burung ini juga membutuhkan sinar matahari langsung untuk menjaga kesehatan bulunya agar tetap cerah dan mengilap.
Dengan perawatan yang baik, Jalak Afrika dapat hidup hingga lebih dari 10 tahun dalam penangkaran.
Namun demikian, penting untuk memastikan bahwa pembelian Jalak Afrika dilakukan dari sumber yang legal dan terpercaya guna mendukung konservasi satwa liar secara global.
Perdagangan ilegal burung eksotis dapat merusak populasi alami mereka di habitat aslinya serta mengancam keberlangsungan spesies tersebut di alam liar.
Baca Juga: Woww, Menurunkan Berat Badan Dengan Tiduran? Begini Caranya!
Oleh karena itu, selalu pastikan bahwa Anda membeli dari peternak resmi atau penjual dengan izin lengkap.
Keindahan Jalak Afrika tidak hanya terletak pada bulunya yang memukau tetapi juga pada perilaku sosialnya yang unik dan suara kicauannya yang indah.
Burung ini adalah simbol keindahan alam Afrika Timur sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem global.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah