Burung gereja ( Passer domesticus ) sebenarnya termasuk salah satu jenis burung pipit. Berukuran panjang sekitar 16 cm (6,3 inci), dengan tubuh kekar, ekor pendek, dan paruh kuat.
Burung ini berasal dari Eropa, Asia, dan Afrika Utara, tetapi telah diperkenalkan ke banyak bagian dunia, termasuk Amerika, Afrika sub-Sahara, dan Australia.
Jangkauan sebarannya luas, bisa bertahan di berbagai iklim, dan merupakan salah satu burung yang paling umum terlihat di daerah perkotaan di seluruh dunia.
Burung jantan biasanya memiliki mahkota abu-abu, pipi putih, celemek hitam, dan leher kemerahan.
Sedangkan burung betina dan burung muda sebagian besar berwarna cokelat dan abu-abu.
Burung ini dapat disamakan dengan burung pipit pohon Eurasia ( Passer montanus ). Namun, burung pipit pohon Eurasia dapat ukurannya yang lebih kecil, mahkota berwarna kastanye, dan bintik hitam yang jelas di pipinya yang putih bersih.
Burung jantan dan betina mempunyai penampakan sama pada spesies ini.
Habitat Burung Gereja dan Makanannya
Burung gereja sangat mudah beradaptasi dan dapat hidup di berbagai habitat. Termasuk daerah perkotaan, pertanian, dan hutan.
Mereka lebih menyukai lingkungan yang telah diubah oleh manusia dan jarang terlihat di hutan yang luas, padang rumput, atau gurun.
Burung ini termasuk omnivore. Tetapi lebih suka makan biji-bijian. Meskipun begitu, burung ini juga biasa mencari serangga dan inverteberta kecil untuk dimakan.
Mereka dikenal karena kemampuannya memanfaatkan sumber makanan yang disediakan oleh manusia, seperti tempat makan burung, sampah, dan sisa makanan.
Mudah Berinteraksi Dengan Manusia
Burung gereja mempunyai sifat dekat dengan manusia. Mereka juga lebih suka bersarang di bagian rumah.
Diyakini burung ini sudah ditemukan pada 12 ribu tahun lalu. Tepatnya sejak adanya pertanian.
Adanya usaha pertanian inilah yang akhirnya burung ini mempunyai sumber makanan yang pasti. Kemampuan menghasilkan enzim amilase burung ini menjadikannya cocok untuk makan biji-bijian. Dan area pertanian merupakan sumber utama penyedia makanan untuk mereka
Sejak saat itulah, burung ini hidup berdampingan dengan manusia.
Hal ini pada akhirnya menyebabkan penyebaran mereka secara global, karena mereka sering diangkut dengan kapal ke lokasi-lokasi baru.
Musim Kawin Dan Reproduksi
Musim kawin burung pipit rumah bervariasi menurut wilayah. Tetapi umumnya bertepatan dengan musim semi dan musim panas.
Mereka monogami dan sering kawin seumur hidup. Sarang dibangun di berbagai lokasi, termasuk rongga pohon, celah bangunan, dan di bawah genteng.
Burung betina bertelur 3-5 butir per sarang, dengan masa inkubasi sekitar 11-14 hari. Anak burung meninggalkan sarang sekitar 14-16 hari setelah menetas.
Editor : Jauhar Yohanis