Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Burung Bubut Jawa, Keberadaannya Selalu Dihubungkan Dengan Mitos

Nakula Agi Sada • Rabu, 5 Maret 2025 | 10:00 WIB
Burung Bubut Jawa, selalu dihubungkan dengan mitos kuno
Burung Bubut Jawa, selalu dihubungkan dengan mitos kuno

JP Radar Kediri- Burung Bubut Jawa, atau Centropus nigrorufus, adalah permata tersembunyi dari Pulau Jawa. Keberadaannya, dengan bulu hitam legam yang berpadu dengan warna merah karat yang membara, menghadirkan keindahan alam yang memukau. Namun, di balik pesonanya yang memikat, burung ini juga diwarnai oleh berbagai mitos dan kepercayaan kuno yang telah lama berakar dalam masyarakat Jawa.

Sosok Bubut Jawa

Burung ini memiliki ukuran tubuh sedang, sekitar 43-46 cm, dengan ciri khas yang mudah dikenali. Kepala, dada, dan punggungnya dibalut bulu hitam mengkilap, sementara sayap dan ekornya dihiasi warna merah karat yang kontras. Iris matanya yang merah menyala, paruhnya yang hitam pekat, dan kakinya yang abu-abu kehitaman melengkapi penampilannya yang unik.

Bubut Jawa menghuni berbagai habitat terbuka di Pulau Jawa, mulai dari padang rumput yang luas, semak belukar yang rimbun, lahan pertanian yang subur, hingga tepi hutan yang teduh. Mereka lebih menyukai daerah dengan vegetasi lebat dan kelembapan yang tinggi, tempat mereka dapat mencari makan dan berlindung dengan aman.

Baca Juga: Mengulas Burung Razorbill, Burung Laut Futuristik dari Atlantik Utara yang Wajib Diketahui Warga Kediri

Perilaku dan Kebiasaan

Burung Bubut Jawa dikenal sebagai makhluk yang pemalu dan sulit ditemui. Mereka lebih sering terlihat berjalan atau berlari di antara rerumputan daripada terbang, membuatnya semakin sulit untuk diamati. Makanan utamanya terdiri dari serangga, laba-laba, dan hewan kecil lainnya yang mereka temukan di permukaan tanah.

Suara burung Bubut Jawa sangat khas dan mudah dikenali, berupa serangkaian nada rendah dan berat yang terdengar seperti "bu-but, bu-but". Suara ini seringkali terdengar di pagi dan sore hari, menambah suasana alami pedesaan Jawa.

Status Konservasi yang Mengkhawatirkan

Sayangnya, populasi Burung Bubut Jawa terus mengalami penurunan akibat hilangnya habitat dan perburuan liar. Pembukaan lahan untuk pertanian dan pemukiman, serta perburuan untuk perdagangan ilegal, telah mengancam kelangsungan hidup spesies ini. Akibatnya, IUCN menetapkan status konservasi Burung Bubut Jawa sebagai "Rentan" (Vulnerable), menandakan bahwa mereka berisiko tinggi mengalami kepunahan di alam liar.

Mitos Burung Bubut dalam Kepercayaan Jawa

Di balik keindahan dan keunikannya, Burung Bubut Jawa juga dikelilingi oleh berbagai mitos dan kepercayaan kuno dalam masyarakat Jawa. Mitos-mitos ini seringkali berkaitan dengan suara burung tersebut dan dikaitkan dengan kejadian tertentu.

Baca Juga: Wow, Sarang Burung Manyar, Bak Karya Arsitek Ulung dengan Sentuhan Seni yang Memukau

Salah satu mitos yang paling umum adalah bahwa suara burung Bubut Jawa yang terdengar di dekat rumah merupakan pertanda akan ada kabar buruk atau kesialan yang menimpa keluarga. Ada juga yang percaya bahwa suara burung Bubut Jawa di malam hari menandakan akan ada orang yang meninggal di desa tersebut.

Selain itu, beberapa orang menganggap burung Bubut Jawa memiliki hubungan dengan makhluk halus atau dunia gaib. Suaranya dipercaya sebagai sarana komunikasi atau peringatan dari dunia lain, menambah kesan mistis pada burung ini.

Melestarikan Bubut Jawa Tugas Kita Bersama

Meskipun mitos-mitos ini tidak memiliki dasar ilmiah, mereka tetap menjadi bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa. Namun, terlepas dari mitos yang beredar, penting untuk tetap menghargai dan menjaga kelestarian Burung Bubut Jawa sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia. Perlindungan habitat, penegakan hukum terhadap perburuan liar, dan peningkatan kesadaran masyarakat adalah langkah-langkah penting untuk memastikan kelangsungan hidup spesies ini di masa depan. (Gie)

Editor : Jauhar Yohanis
#bubut jawa #mitos #burung