JP KEDIRI - Sebagai umat muslim saat bulan puasa diwajibkan untuk melaksanakan puasa Ramadhan selama sebulan penuh dengan ketentuan dan hukum syariat. Mengapa sih puasa sebulan penuh dilaksanakan pada bulan ramadhan? Bagaimana kisahnya?.
Ibadah puasa sudah ada sejak zamannya Nabi Adam AS dan Siti Hawa pada saat diturunkan di bumi, Allah memerintah Nabi Adam AS untuk momohon ampunan melalui puasa yang dilakukan selama tiga hari, yang sekarang dinamakan puasa yaumul ba'idh, selainnya sudah ada bentuk puasa seperti puasa dawud dan puasa asyura.
Peristiwa di turunkannya perintah berpuasa bagi umat muslim pada saat setelah kejadian Rosulullah dan para sahabat hijrah dan mengetahui orang yahudi di sekitar baitul maqdis puasa Asyura. Puasa Asyura menjadi penutan bentuk syukur atas selamatnya nabi Musa AS dan kaumnya atas kejaran pasukan fir'aun di laut merah. Di waktu yang bersamaan, puasa Assyura sudah di diwajibkan dan dilaksanakan umat muslim selama tiga hari pada setiap bulan.
Awal diperintahkan puasa terdapat pada surat Albaqoroh ayat 183 yang memerintahkan umat muslim untuk berpuasa.
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS.Albaqoroh;183).
Dan kemudian turun atar 185 surat Albaqoroh untuk berpuasa penuh pada bulan Ramadhan.
syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur (QS.Albaqoroh;187).
Perintah puasa bulan Ramadhan menjadi pembeda umat muslim dengan umat terdahulu. Sejak turunnya perintah puasa penuh bulan Ramadhan Rosulullah tidak mewajibkan puasa Asyura kepada umat muslim dan menggantikannya dengan puasa Ramadhan.
Awal mula ditetapkan puasa Ramadhan, umat muslin saat itu merasakan keberatan atas perintah puasa selama berturut-turut dalam satu bulan penuh. Terlebih pada saat itu kondisi cuaca sangat panas. Kemudian pada tanggal 17 Ramadhan Rosulullah memerintahkan umat muslim untuk ikut aksi di perang badar.
Pada saat itu, puasa Ramadhan dikatakan sehari semalam penuh. jika seseorang sudah berbuka lalu tertidur atau sholat isya, maka tidak diperkenankan makan, minum dan berhubungan suami istri.
Kemudian Allah SWT menurunkan keringanan atas doa yang dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW mengenai durasi puasa Ramadhan. Awal mula doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad SAW kepada Sang Pencipta atas kejadian sahabat Anshor yang bernama Qais bin Shirman yang bekerja sebagai petani kebun pingsan di tengah pekerjaannya karena kelaparan. Awal mulanya, sahabat Qais bin Shirman bekerja dan berpuasa selama sehari kemudian pulang ke rumah dan tak menjumpai adanya makanan untuk dibuat berbuka puasa. Sang istri mengetahui suami belum membatalkan puasa meminta Qais bin Shirman untuk menunggu, saat sang istri kembali membawa makanan, mendapati Qais bin Shirman sudah terlelap tidur, keesokan harinya pada saat bekerja dan memulai puasa Qais bin Shirman jatuh pingsan.
Allah meringankan ketentuan Puasa Ramadhan yang tercatat dalam surat Albaqoroh ayat 187. Keringanan yang Allah berikan pada puasa Ramadhan berupa pangkasan waktu puasa yang awalanya sehari semalam penuh menjadi sehari dari sebelum terbitnya fajar shodiq sampai terbenamnya matahari.
Kemurahan yang Allah berikan selain pangkasan durasi puasa diantaranya ada keringanan mengganti puasa bagi orang yang melakukan perjalanan (musafir).
Peristiwa diperbolekan musafir untuk mengganti puasa bulan Ramadhqn pada saat peristiwa fathu Makkah. Saat itu Rosullah dan para sahabat mengunjungi Makkah dari Madinah pada bulan Ramadhan. Kejadiannya tepat saat pasukan fathu Makkah berhenti di suatu tempat yang bernama Kura al Ghamim yang berlokasi di tengah kota Madinah dan Makkah. Awalnya Rosulullah merasakan kelelahan atas medan yang dilalui dan meminta sekantung air kepada shahabat lalu meminumnya di depan para sahabat. Melihat beberapa sahabat yang tidak membatalkan puasa, Rosulullah marah dan menganggap perbuatan tersebut sebagai kemaksiatan. Bentuk kemaksiatannya diartikan sebagai menganiaikan kemurahan Allah SWT yang tidak diajalani.
Peristiwa demikian menjadi kewajiban diperbolehkan mengganti puasa bagi orang yang melakukan perjalanan jauh.
Selain keringanan bagi Musafir, keringanan yang didapati umat muslim terhadap sholat tarawih. Awalnya sholat tarawih diadakan pada tanggal 23 bulan Ramadhan saat Nabi Muhammad SAW melakukan beberapa sholat setelah sholat isya. Para sahabat mulai mengikuti ibadah tersebut yang tercatat pada tanggal ganjil 25 dan 27. Kemudian pada tanggal 29 para Sahabat menanti kedatangan Nabi Muhammad SAW namun tak kunjung datang sampai waktu shubuh tiba. Paginya, salah satu sahabat menanyakan kepada Nabi Muhammad SAW perihal tersebut dan Nabi Muhammad SAW menjawab bahwa tidak ingin para sahabat beranggapan bahwa sholat Tarawih merupakan sholat yang di wajibkan dan meminta sahabat untuk melaksanakan sholat tarawih secara sendiri-sendiri dan sesuka hati. Atas kejadian tersebut sahabat tetap melaksanakan sholat tarawih dengan sendiri-sendiri dan jamaah skala kecil.
Kemudian pada masa kepemimpinan sahabat Umar bin Khattab, khalifah ke tiga umat muslim memperbarui aturan sholat tarawih dengan menunjuk Ubay bin Ka'ab menjadi imam utama sholat tarawih supaya umat muslim melaksanakan tarawih secara berjamaah dalam satu tempat.
Keringanan lain yang di dapati umat muslim berupa pergantian hari puasa ketika sakit, penggantian fidyah bagi orang yang tidak mampu seperti orang tua yang sudah renta, orang yang mengalami sakit parah, ibu hamil dan menyusui yang menghawatirkan kesehatan anaknya.
Begitulah kisah sejarah perintah adanya ibadah puasa Ramadhan yang menjadi rukun islam ke empat. Semoga kita sebagai umat muslim mendapatkan ridha Allah SWT dalam menjalankan berbagai perintahNya.