JP Radar Kediri– Keheningan malam berganti riuh getaran zikir dan selawat yang menggetarkan hati. Ribuan jamaah mengenakan pakaian serbaputih memadati pelataran megah hingga menutup jalan dalam peringatan Haul Akbar KH. Muhammad Utsman Al-Ishaqi, seorang ulama besar pemangku Thariqah Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah Al-Utsmaniyah. Acara sakral yang digagas secara rutin oleh keluarga besar Pondok Pesantren Pusat Darul Ubudiyah Raudlatul Muttalimin, yang berlokasi di Jalan Jatipurwo VII/15, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya Utara ini kembali mempertemukan kerinduan spiritual ratusan ribu umat Muslim dari berbagai daerah di tanah air hingga mancanegara.
Baca Juga: Pererat Silaturahmi, Kapolres Kediri Hadiri Haul Akbar Ponpes Raudlatul Ulum Kencong
Untaian Doa dan Khidmatnya Pembacaan Manaqib
Salah satu agenda inti yang paling dinantikan dari rangkaian haul ini adalah pembacaan tawasul, pembacaan surat yasin,pembacaan surah al waqiah, pembacaan inti yakni Manaqib Syaikh Abdul Qadir Jailani, Sulthanul Auliya (Rajanya para Wali), maulidurasul dan doa bersama. Ritual pembacaan manaqib ini berjalan mengikuti manhaj amalan yang diturunkan oleh Hadratus Syaikh KH. Muhammad utsman Al-Ishaqy.
Sejak bait demi bait kisah keteladanan, karomah, dan kesalehan Syaikh Abdul Qadir Jailani dilantunkan, suasana majlis berubah menjadi sangat syahdu. Tidak sedikit jamaah yang menundukkan kepala sembari menyeka air mata, meresapi setiap keteladanan sang waliyullah agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Merawat Warisan Luhur KH. Utsman Al-Ishaqi
Haul Akbar ini bukan sekadar rutinitas seremoni keagamaan tahunan, melainkan wujud bakti (birrul walidain) para santri, alumni, dan jamaah thariqah untuk menghidupkan kembali resonansi perjuangan KH. Muhammad Utsman Al-Ishaqi. Melalui majlis zikir berskala terus-menerus seperti ini, ukhuwah Islamiyah antardesa, antarkota, bahkan antarnegara terjalin erat tanpa sekat status sosial.
Dengan berakhirnya untaian doa penutup haul, para jamaah membubarkan diri membawa kedamaian dan ketenteraman hati yang baru. Cahaya panggung emas boleh saja meredup seiring malam yang larut, namun cahaya zikir dan keteladanan para wali Allah dipastikan akan terus menyala di sanubari setiap insan yang hadir dalam Majlis Haul Akbar Surabaya.
Baca Juga: Sederet Tokoh Nasional Hadiri Haul Al Falah, Cak Imin hingga Pimpinan PBNU Kumpul di Ploso Kediri
Menjaga Tradisi Keagamaan
Haul Akbar menjadi salah satu bentuk tradisi keagamaan yang terus dipelihara oleh masyarakat. Selain menjadi sarana untuk mendoakan para pendahulu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal sejarah perjuangan ulama dan tokoh agama yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Nilai-nilai seperti keteladanan, keikhlasan, kepedulian sosial, dan pentingnya menjaga persaudaraan menjadi bagian yang sering ditekankan dalam berbagai kegiatan haul.
Mempererat Silaturahmi Masyarakat
Salah satu hal yang membuat Haul Akbar memiliki daya tarik tersendiri adalah berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah. Jamaah datang bersama keluarga, komunitas, maupun rombongan untuk mengikuti rangkaian acara.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarsesama. Dalam suasana kebersamaan, masyarakat dapat saling bertemu, berbagi pengalaman, dan menjaga hubungan sosial.
Menguatkan Nilai Kebersamaan
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, kegiatan keagamaan seperti Haul Akbar dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan. Doa bersama dan pengajian yang diikuti banyak orang menciptakan suasana yang mendorong masyarakat untuk kembali mengingat pentingnya persaudaraan, kepedulian, dan kehidupan sosial yang harmonis.
Bagi sebagian masyarakat, kehadiran dalam Haul Akbar bukan sekadar menghadiri sebuah acara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan memperkuat hubungan dengan lingkungan serta sesama jamaah.
Oleh Nur Rizqika Ma'ruf
Kampus Universitas ISslam Tribakti Kediri
Editor : Shinta Nurma Ababil