JP Radar Kediri - Tradisi bersih desa di Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, tahun ini tidak hanya diisi dengan pagelaran wayang kulit. Tahun Baru Islam ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur dan kebersamaan antarwarga. Penguatan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial itu diwujudkan melalui pengajian akbar dan santunan kepada anak yatim.
Tahun ini, agenda itu digelar di Gedung Serbaguna Desa Jongbiru. Seluruh elemen masyarakat ikut hadir. Tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi, warga berbaur dalam suasana penuh kebersamaan. Sebab melalui doa bersama itu, tidak hanya jadi sarana beribadah saja. Melainkan juga mempererat silaturahmi antarwarga.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Jongbiru Angger Grindo Hargoro mengatakan, pengajian dan santunan anak yatim sudah menjadi agenda rutin pemerintah desa setiap tahun. Tahun ini, ada 25 anak yatim usia sekolah dasar yang menerima santunan.
Baca Juga: Soto Daging Pak Dji di Desa Jongbiru Kediri Ini Memiliki Cita Rasa Legendaris sejak 1995
"Santunan ini merupakan sedekah dari masyarakat yang kami salurkan langsung kepada anak-anak yatim. Harapannya, pemerintah desa bisa menjadi jembatan bagi warga yang ingin berbagi sekaligus membantu mereka yang membutuhkan," terang Angger.
Angger menerangkan, tema bersih desa tahun ini mengangkat nilai-nilai agama dan budaya. Karena itu, selain pengajian dan santunan, pemerintah desa juga menggelar pagelaran wayang kulit sebagai bentuk pelestarian seni tradisional.
"Untuk kegiatan keagamaan seperti pengajian dan santunan memang sudah rutin kami laksanakan setiap tahun. Tahun ini kami tambahkan pagelaran wayang sebagai upaya nguri-uri budaya," ungkapnya.
Baca Juga: Mudahkan Warga, Pemdes Semen Kediri Bangun Gedung Olahraga dan Kantor Pelayanan
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Jongbiru berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Tradisi bersih desa pun tidak hanya menjadi warisan budaya yang tetap lestari. Melainkan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan desa.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri