KEDIRI, JP Radar Kediri – Musim kemarau panjang tidak hanya membawa hawa panas yang membuat tubuh mudah gerah, tetapi juga menyimpan potensi ancaman bencana yang mengintai setiap saat.
Menurut Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono, ada beberapa hal yang harus dihindari agar tidak terjadi kebakaran lahan.
Saat kemarau, rerumputan yang mengering, tumpukan daun gugur, ditambah embusan angin yang kencang membuat percikan api sekecil apa pun bisa dengan mudah membesar dan menjalar tak terkendali.
Banyak kasus kebakaran lahan kosong, pekarangan, maupun lereng gunung sering kali bukan murni karena faktor alam, melainkan akibat kelalaian manusia. Oleh karena itu, kewaspadaan esktra sangat diperlukan.
Berikut adalah beberapa langkah penting yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah terjadinya petaka kebakaran lahan selama musim kemarau:
1. Stop Kebiasaan Bakar Sampah Sembarangan
Ini adalah penyebab paling klasik dan sering memicu kebakaran di area permukiman maupun lahan kosong. Membakar sampah—terutama tanpa pengawasan—di dekat ilalang atau rumput kering sangatlah berbahaya.
Angin yang kencang bisa dengan cepat menerbangkan bara api ke area yang mudah terbakar. Jika memang harus membakar, pastikan dilakukan di tempat tertutup atau tungku khusus. "Selain itu jangan pernah ditinggalkan sebelum api benar-benar padam," tegas Kaleb.
2. Pantang Buang Puntung Rokok Sembarangan
Bagi para perokok, kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan saat berkendara atau berjalan di area terbuka harus segera dihentikan.
Puntung rokok yang terlihat sudah mati sering kali masih menyimpan bara di bagian dalamnya. "Ketika jatuh ke atas daun atau rumput kering, bara tersebut bisa menyala perlahan dan menciptakan titik api yang besar," jelasnya.
3. Hindari Membersihkan Lahan dengan Cara Dibakar
Bagi para petani atau pemilik lahan, membersihkan sisa panen atau rumput liar dengan cara dibakar adalah tindakan yang sangat berisiko di musim kemarau.
Api bisa dengan mudah melompat ke lahan tetangga atau bahkan merembet ke kawasan hutan. Alih-alih dibakar, sisa tumbuhan kering sebaiknya disabit, dikumpulkan, dan dijadikan pupuk kompos yang justru menyuburkan tanah.
4. Padamkan Api Unggun dengan Sempurna
Bagi Anda yang hobi mendaki atau berkemah, berhati-hatilah saat membuat api unggun atau memasak menggunakan kompor portabel.
Pastikan area sekitar perapian bersih dari ranting dan daun kering. Sebelum meninggalkan lokasi atau beranjak tidur, pastikan api unggun disiram dengan air dalam jumlah yang cukup dan ditutup dengan tanah sampai tidak ada asap atau bara yang tersisa.
5. Jauhkan Bahan Mudah Terbakar dari Sumber Panas
Pastikan tidak meletakkan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar, seperti bensin, tiner, atau tabung gas, di area yang terkena paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.
Panas yang ekstrem bisa memicu tekanan gas dan berisiko menimbulkan ledakan yang berujung pada kebakaran.
Bencana kebakaran lahan tidak hanya merusak ekosistem dan mengancam pemukiman, tetapi juga menghasilkan kabut asap yang berbahaya bagi pernapasan. "Mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan. Kewaspadaan dari hal-hal kecil bisa menyelamatkan lingkungan kita dari kerusakan parah," tegasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita