Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Eksotis dan Langka! Kenali Burung Bubut Jawa dengan Suara “Bu-But” yang Khas di Alam Jawa

Khansa Dhiya Ramadhania • Minggu, 31 Mei 2026 | 03:05 WIB
Burung Bubut Jawa (Pinterest @sajipmathewofm)
Burung Bubut Jawa (Pinterest @sajipmathewofm)

JP Radar Kediri – Burung Bubut Jawa (Centropus nigrorufus) merupakan spesies endemik Pulau Jawa yang memiliki daya tarik kuat karena penampilan dan keunikannya.

Burung ini kerap disebut sebagai permata tersembunyi karena warna bulunya yang kontras dan keberadaannya yang jarang terlihat di alam liar.

Secara ukuran, burung ini termasuk sedang dengan panjang sekitar 43–46 cm. Kombinasi bulu hitam mengilap pada bagian kepala hingga punggung serta merah karat pada sayap dan ekor menjadikannya mudah dikenali di habitat alaminya.

Burung ini dapat ditemukan di berbagai ekosistem terbuka di Pulau Jawa. Habitatnya meliputi padang rumput, semak belukar, lahan pertanian, hingga tepi hutan dengan vegetasi yang masih cukup rapat.

Baca Juga: Burung Tledekan Gunung: Mitos, Kepercayaan, dan Legenda yang Melekat di Masyarakat

Bubut Jawa cenderung memilih wilayah yang memiliki kelembapan tinggi dan tutupan vegetasi yang baik. Kondisi tersebut mendukung aktivitas mencari makan sekaligus menjadi tempat berlindung dari ancaman predator.

Ciri Fisik yang Mudah Dikenali

Bubut Jawa memiliki karakter morfologi yang khas dan berbeda dari banyak burung lain di Pulau Jawa. Iris mata berwarna merah, paruh hitam pekat, serta kaki berwarna abu-abu gelap menjadi ciri yang menonjol.

Ciri-ciri tersebut membuatnya cukup mudah diidentifikasi oleh para pengamat burung. Namun, sifatnya yang pemalu sering membuat keberadaannya sulit didokumentasikan secara langsung di alam.

Perilaku dan Pola Hidup

Bubut Jawa dikenal sebagai burung yang berhati-hati dan lebih banyak beraktivitas di daratan. Gerakannya sering berupa berjalan atau berlari cepat di antara rerumputan daripada terbang.

Makanan utamanya terdiri dari serangga, laba-laba, serta hewan kecil lain yang ditemukan di permukaan tanah. Pola makan ini menjadikannya bagian penting dalam keseimbangan ekosistem alami.

bBaca Juga: Pesona Poksay Hongkong, Burung Kicau Populer dengan Suara Merdu dan Harga Tinggi

Salah satu keunikan Bubut Jawa terletak pada vokalisasinya yang khas dan berulang. Suaranya terdengar seperti “bu-but, bu-but” yang dapat dikenali dengan mudah oleh masyarakat sekitar.

Biasanya suara ini muncul pada pagi dan sore hari ketika aktivitas burung sedang meningkat. Kehadirannya sering menjadi penanda suasana alami di kawasan pedesaan Jawa.

Ancaman dan Status Konservasi

Dalam beberapa tahun terakhir, populasi Bubut Jawa mengalami tekanan serius akibat perubahan lingkungan. Hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidupnya.

Selain itu, perburuan liar dan perdagangan ilegal juga mempercepat penurunan jumlah populasi. Kondisi ini membuat Bubut Jawa berstatus rentan (vulnerable) menurut IUCN.

Mitos dan Kepercayaan Masyarakat Jawa

Di masyarakat Jawa, Bubut Jawa tidak hanya dikenal sebagai burung liar, tetapi juga memiliki nilai simbolik dan mistis. Suaranya sering dianggap membawa pertanda tertentu dalam kehidupan manusia.

Baca Juga: Mengenal Burung Prenjak, dari Ciri Fisik hingga Mitos yang Dipercaya

Beberapa kepercayaan menyebutkan bahwa suara burung ini di sekitar rumah dapat menandakan kabar buruk. Ada pula yang mengaitkannya dengan peristiwa gaib atau tanda-tanda tertentu yang sulit dijelaskan secara logika.

Nilai Ekologis dan Peran di Alam

Selain mitos yang melekat, Bubut Jawa memiliki peran penting dalam ekosistem. Sebagai pemangsa serangga dan hewan kecil, burung ini membantu menjaga keseimbangan populasi organisme di alam.

Keberadaannya juga menjadi indikator kesehatan lingkungan, terutama di wilayah dengan vegetasi terbuka. Jika populasinya menurun, hal itu dapat menjadi tanda terganggunya ekosistem setempat.

Upaya Pelestarian yang Diperlukan

Pelestarian Bubut Jawa membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan komunitas pecinta burung. Perlindungan habitat menjadi langkah utama yang harus diperkuat.

Selain itu, edukasi mengenai pentingnya keanekaragaman hayati perlu terus dilakukan agar masyarakat lebih peduli. Penegakan hukum terhadap perburuan ilegal juga harus diperketat.

Baca Juga: Jantan atau Betina? Ini 8 Cara Membedakan Burung Cendet dengan Mudah

Burung Bubut Jawa merupakan spesies endemik yang memiliki keindahan, keunikan perilaku, serta nilai budaya dalam masyarakat Jawa. Namun, keberadaannya kini menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia.

Melalui upaya konservasi yang konsisten dan kesadaran bersama, Bubut Jawa diharapkan tetap lestari sebagai bagian penting dari kekayaan alam Indonesia dan warisan ekologis Pulau Jawa.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#Burung Bubut Jawa #satwa langka Indonesia #konservasi burung #mitos burung Jawa #burung endemik