Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

King Kobra vs Kobra Biasa: Mana yang Lebih Mematikan? Simak Perbandingan Kekuatan Bisanya

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 27 Mei 2026 | 11:50 WIB
Perbedaan Bisa Ular Kobra Biasa dan King Kobra (brin.go.id/)
Perbedaan Bisa Ular Kobra Biasa dan King Kobra (brin.go.id/)

JP Radar Kediri – Ular berbisa sering menimbulkan rasa takut bagi manusia, terutama spesies populer seperti King Cobra dan kobra monocled (Naja kaouthia) sebagai contoh kobra biasa. Meski sama-sama berbahaya, banyak orang penasaran mana yang sebenarnya lebih mematikan.

Perbedaan keduanya dapat dilihat dari kekuatan racun, jumlah bisa, hingga cara menyerang mangsa. Faktor-faktor tersebut menentukan tingkat fatalitas saat terjadi gigitan pada manusia maupun hewan lain. Simak penjelasannya berikut ini:

Komposisi dan Kekuatan Bisa

Kobra monocled memiliki racun jenis neurotoksin yang menyerang sistem saraf. Efeknya dapat menyebabkan kelumpuhan otot hingga gangguan pernapasan pada korban.

Namun, bisa King Kobra jauh lebih kompleks dan bekerja lebih cepat dalam melumpuhkan mangsa. Racunnya juga dapat memicu gangguan organ vital dalam waktu singkat jika tidak segera ditangani.

Selain itu, racun King Kobra mampu menyebar lebih cepat melalui aliran darah. Kondisi tersebut membuat korban bisa mengalami penurunan kesadaran dalam waktu yang relatif singkat.

Baca Juga: Ular Kobra Masuk Rumah? Ini 17 Mitos yang Bikin Merinding Tapi Nggak Semua Benar!

Jumlah Bisa dalam Sekali Gigitan

Selain jenis racun, volume bisa yang disuntikkan juga menjadi faktor penting. Kobra monocled rata-rata mengeluarkan sekitar 150 hingga 200 miligram bisa dalam satu gigitan.

Sementara itu, King Cobra mampu menyuntikkan 500 sampai 1.000 miligram racun sekaligus. Jumlah tersebut bahkan diperkirakan cukup untuk melumpuhkan hewan berukuran besar seperti gajah muda (meski klaim ini bersifat anekdotal dan belum sepenuhnya terverifikasi secara ilmiah).

Volume racun yang sangat tinggi membuat tingkat bahaya King Kobra jauh lebih besar. Karena itu, ular ini dikenal sebagai salah satu ular paling mematikan di dunia berdasarkan volume bisa yang diproduksi.

Semakin banyak racun yang masuk ke tubuh korban, semakin tinggi pula risiko kematian yang terjadi. Itulah sebabnya gigitan King Kobra sangat ditakuti di berbagai negara Asia.

Dampak Gigitan pada Manusia

Gigitan King Kobra biasanya menimbulkan efek lebih cepat dibandingkan kobra monocled. Korban dapat mengalami sesak napas, kelumpuhan, hingga kehilangan kesadaran dalam waktu singkat.

Tanpa penanganan medis dan antivenom yang tepat, tingkat kematian bisa mencapai 50% atau lebih (data dari studi toksikologi seperti di jurnal Toxicon). Sementara itu, gigitan kobra monocled umumnya memberi waktu sedikit lebih lama untuk proses penanganan medis, dengan fatality rate sekitar 20-50% tanpa pengobatan.

Meski demikian, kedua jenis ular tetap berbahaya dan memerlukan pertolongan segera. Penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko kematian pada korban gigitan.

Beberapa korban gigitan ular berbisa juga mengalami gangguan saraf jangka panjang setelah selamat. Karena itu, penanganan cepat menjadi langkah yang sangat penting.

Baca Juga: Ternyata Bukan dari India! Ini Asal Usul Ular Kobra yang Bikin Kamu Kaget

Ukuran Tubuh dan Jangkauan Serangan

King Kobra merupakan ular berbisa terpanjang di dunia dengan ukuran mencapai lebih dari lima meter. Tubuh besar tersebut membuat jangkauan serangannya jauh lebih luas dibandingkan kobra monocled.

Sebaliknya, kobra monocled umumnya hanya memiliki panjang sekitar satu hingga dua meter. Karena itu, radius serangan dan daya intimidasi keduanya sangat berbeda.

Ukuran tubuh besar juga membuat King Kobra lebih sulit dihindari saat menyerang. Ular ini bahkan dapat berdiri tegak cukup tinggi ketika merasa terancam.

Kemampuan berdiri tegak tersebut membuat King Kobra terlihat lebih mengintimidasi di hadapan musuhnya. Tidak heran jika ular ini sangat ditakuti di habitat aslinya.

Perbedaan Perilaku dan Agresivitas

Meski memiliki racun sangat kuat, King Kobra sebenarnya cenderung menghindari manusia dan kurang agresif secara umum. Ular ini biasanya menyerang jika merasa terganggu atau sedang melindungi sarangnya.

Di sisi lain, kobra monocled dikenal lebih agresif saat menghadapi ancaman, bahkan dapat menyerang lebih cepat meski gangguan yang diterima tergolong kecil.

Namun, ketika terpojok, King Kobra bisa berubah sangat agresif dan menyerang dengan cepat. Kondisi tersebut membuat siapa pun harus menjaga jarak saat bertemu ular ini di alam liar.

Dari berbagai faktor, King Cobra dinilai lebih mematikan dibandingkan kobra monocled karena memiliki racun lebih kuat dan jumlah bisa lebih besar. Meski demikian, kedua ular tetap harus diwaspadai karena sama-sama dapat mengancam nyawa manusia jika terjadi gigitan. 


Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#racun kobra #racun king kobra dan kobra biasa #beda racun kobra #ular kobra #king kobra