Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Jalak Eropa, Si Kecil Berbakat yang Punya Kemampuan Meniru Tak Terbatas

Khansa Dhiya Ramadhania • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:40 WIB
Burung Jalak Eropa (Sturnus Vulgaris) (Pinterest @Flickr)
Burung Jalak Eropa (Sturnus Vulgaris) (Pinterest @Flickr)

JP Radar Kediri – Jalak Eropa merupakan salah satu jenis burung yang dikenal karena kecerdasannya dalam meniru suara.

Kemampuannya menyalin berbagai bunyi membuat burung ini menarik perhatian para pecinta burung dan peneliti satwa liar.

Burung ini mampu menirukan suara burung lain, alarm kendaraan, hingga ucapan manusia dengan cukup jelas. Karena kemampuan tersebut, Jalak Eropa sering dijuluki sebagai salah satu burung peniru terbaik di dunia.

Secara fisik, Jalak Eropa memiliki ukuran tubuh sekitar 20 sentimeter dengan bentuk yang ramping. Warna bulunya tampak hitam mengilap dengan pantulan hijau dan ungu ketika terkena cahaya matahari.

Saat musim dingin tiba, bagian bulunya akan dipenuhi bercak putih kecil yang membuat tampilannya semakin khas. Sementara itu, paruhnya berubah menjadi kuning terang ketika memasuki musim berkembang biak.

Baca Juga: Bukan Sekadar Cantik! Ini Pesona Burung Kepodang yang Kaya Makna Budaya dan Terancam Punah

Burung ini berasal dari wilayah Eropa dan sebagian Asia Barat. Namun, penyebarannya kini sudah mencapai berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, hingga Selandia Baru.

Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu alasan Jalak Eropa dapat bertahan di banyak tempat. Mereka mampu hidup di kawasan perkotaan, lahan pertanian, padang rumput, hingga hutan terbuka.

Dalam kehidupan sehari-hari, Jalak Eropa dikenal sebagai burung sosial yang hidup berkelompok. Mereka sering terlihat berkumpul dalam jumlah besar, terutama saat mencari makan atau menjelang malam hari.

Fenomena paling menarik dari burung ini adalah pola terbang berkelompok yang disebut murmuration. Ribuan burung dapat bergerak serempak di udara dan membentuk pola seperti gelombang hitam yang menari di langit.

Pertunjukan udara tersebut sering memukau masyarakat dan fotografer alam. Selain indah dipandang, formasi itu juga dipercaya menjadi cara burung melindungi diri dari predator.

Baca Juga: Burung Sribombok: Antara Pembawa Rezeki, Pertanda Maut, dan Simbol Kesuburan

Dalam urusan makanan, Jalak Eropa termasuk jenis burung omnivora yang tidak sulit beradaptasi. Mereka memakan serangga, cacing, buah-buahan, biji-bijian, hingga sisa makanan manusia.

Kebiasaan makan yang fleksibel membuat burung ini mudah bertahan di berbagai habitat. Bahkan, Jalak Eropa sering ditemukan mencari makanan di taman kota dan area persawahan.

Ketika musim semi datang, Jalak Eropa mulai memasuki masa kawin. Burung jantan biasanya mencari tempat bersarang di lubang pohon, atap bangunan, atau celah dinding.

Untuk menarik perhatian betina, burung jantan akan mengeluarkan suara nyanyian yang rumit. Suara tersebut biasanya dipadukan dengan berbagai bunyi tiruan yang unik dan menarik.

Setelah proses perkawinan berhasil, betina akan bertelur sekitar empat hingga enam butir. Telur-telur itu kemudian dierami selama kurang lebih dua minggu sebelum menetas.

Anak burung Jalak Eropa tumbuh cukup cepat dan akan mulai belajar terbang beberapa minggu setelah menetas. Induknya akan terus memberi makan hingga anak burung mampu hidup mandiri.

Baca Juga: Mitos Burung Kedasih: Benarkah Tanda Kematian, Sial, dan Hal Mistis?

Meski terlihat menarik, keberadaan Jalak Eropa di beberapa negara justru dianggap merugikan. Di Amerika Utara, populasi burung ini berkembang sangat cepat dan mengganggu ekosistem lokal.

Jalak Eropa sering bersaing dengan burung asli dalam memperebutkan sarang dan sumber makanan. Selain itu, kelompok besar mereka juga kerap merusak tanaman pertanian dan perkebunan.

Walau begitu, banyak ilmuwan tetap menganggap Jalak Eropa sebagai contoh luar biasa kemampuan adaptasi hewan. Burung ini menunjukkan bagaimana kecerdasan dan kerja sama kelompok membantu spesies bertahan hidup.

Keberadaan Jalak Eropa juga menjadi bukti bahwa hewan dapat berkembang pesat ketika mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Hal tersebut membuatnya sering dijadikan bahan penelitian dalam dunia ornitologi.

 Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini Tips Memilih Anakan Murai Batu

Jalak Eropa bukan hanya burung biasa dengan suara merdu dan bulu indah. Kemampuan meniru suara, hidup berkelompok, serta beradaptasi di berbagai habitat menjadikannya salah satu burung paling menarik di dunia.

Di balik pesonanya, Jalak Eropa juga membawa dampak besar bagi lingkungan tempat ia hidup. Karena itu, burung ini tetap menjadi fenomena unik yang terus menarik perhatian para peneliti dan pecinta satwa liar.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Jalak Eropa #burung peniru #Sturnus vulgaris #fakta burung #burung unik