Berikut panduan berbuka puasa yang benar sesuai sunnah.
1. Menyegerakan Berbuka
Menyegerakan berbuka puasa begitu matahari terbenam adalah salah satu keutamaan yang sangat dianjurkan.
Dari Umar bin Khathab radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أقْبَلَ اللَّيْلُ مِن هَا هُنَا، وأَدْبَرَ النَّهَارُ مِن هَا هُنَا، وغَرَبَتِ الشَّمْسُ فقَدْ أفْطَرَ الصَّائِمُ
Artinya : “Jika datang malam dari sini, dan telah pergi siang dari sini, dan terbenam matahari, maka orang yang berpuasa boleh berbuka.” (HR. Bukhari no.1954, Muslim no.1100).
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لا يزالُ النَّاسُ بخَيرٍ ما عجَّلوا الفِطرَ عجِّلوا الفطرَ
Artinya : “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).
Kesalahan yang sering terjadi di era sekarang ini antara lain menunggu teman bukber datang, terlalu sibuk memotret makanan, dan menunda berbuka demi konten media sosial.
2. Berbuka dengan Kurma atau Air
Berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
كان رسول اللهِ صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبًات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبًات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء
Artinya : “Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab (kurma segar) sebelum shalat. Jika beliau tidak punya ruthab, maka dengan tamr (kurma kering), jika beliau tidak punya tamr, maka dengan beberapa teguk air” (HR. Abu Daud no.2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
Manfaat kurma antara lain mengembalikan energi secara bertahap, mencegah lonjakan gula darah, dan mengurangi risiko makan berlebihan.
Baca Juga: Kurma Bukan Sekadar Manis: Khasiat Tersembunyi Buah Eksotis dari Timur Tengah
3. Membaca Doa
Waktu berbuka termasuk momen yang dianjurkan untuk berdoa.
Doa ketika berbuka yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ sebagai berikut.
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
Artinya : “Telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insya Allah.”
Kebiasaan yang perlu diubah antara lain langsung makan tanpa refleksi dan hanya fokus pada makanan.
4. Berbuka Secukupnya, Lalu Salat Magrib
Sunnahnya adalah membatalkan puasa terlebih dahulu, kemudian melaksanakan salat Magrib sebelum makan berat. Cara ini membantu kita untuk menjaga fokus ibadah, mengontrol konsumsi, dan menghindari rasa terlalu kenyang.
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
اجعلْ بين أذانِك وإقامتِك نفَسًا ، قدرَ ما يقضي المعتصِرُ حاجتَه في مهَلٍ ، وقدْرَ ما يُفرِغُ الآكِلُ من طعامِه في مهَلٍ
Artinya : “Jadikanlah antara adzanmu dan iqamatmu jeda sejenak, yaitu sekadar waktu orang yang sedang ada kebutuhan menyelesaikan kebutuhannya dengan tenang, dan sekadar waktu orang yang sedang makan menyelesaikan makannya dengan tenang” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, Al Baihaqi, dll. dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 887).
Kesalahan yang umum terjadi adalah langsung makan besar sampai melewatkan salat Magrib.
Baca Juga: Waspada Berat Badan Naik Saat Ramadan! 6 Menu Buka Puasa Ini Bisa Jadi Penyelamat Dietmu
5. Tidak Berlebihan Saat Berbuka Puasa
Makan berlebihan atau terlalu kenyang justru menyusahkan kita ketika melaksanakan ibadah.
“Tiada tempat terburuk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya. Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalaupun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Tirmidzi).
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian