JP Radar Kediri - Dalam fikih Islam, makruh adalah perbuatan yang sebaiknya ditinggalkan. Jika dilakukan tidak berdosa, tetapi meninggalkannya justru bernilai pahala.
Dalam konteks puasa Ramadan, menjauhi hal makruh menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas ibadah, bukan sekadar sah secara hukum.
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan mengendalikan diri. Sayangnya, banyak kebiasaan kecil yang dianggap sepele justru bisa mengurangi pahala puasa.
7 Hal Makruh Saat Puasa
1. Menggosok Gigi di Siang Hari
Menggosok gigi pada dasarnya tidak membatalkan puasa. Namun, sebagian ulama menghukuminya makruh jika dilakukan saat siang hari karena adanya risiko tertelannya air atau pasta gigi.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukannya secara hati-hati. Sebagai strategi aman, sebaiknya gosok gigi dilakukan segera setelah sahur untuk meminimalisir risiko tersebut.
Baca Juga: Lidah Putih Saat Puasa Bikin Gak Nyaman? Ini Penyebab dan Cara Cepat Mengatasinya!
2. Mencicipi Makanan
Mencicipi makanan saat berpuasa umumnya bersifat makruh karena adanya potensi makanan tertelan ke tenggorokan. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti saat memasak untuk keluarga, hal ini diperbolehkan selama makanan tersebut tidak ditelan.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mencicipi secara berlebihan dan tanpa kontrol, terutama saat menyiapkan hidangan berbuka.
3. Ghibah dan Komentar Negatif di Media Sosial
Ghibah dan komentar negatif di media sosial seringkali dianggap remeh, padahal hal ini dapat merusak esensi puasa dalam menahan diri. Banyak orang merasa puasanya tetap sah karena tidak makan atau minum, namun mereka tetap aktif menyebarkan rumor atau menghujat di ruang digital.
Perilaku ini tidak hanya makruh, tetapi juga berisiko menghapus pahala puasa karena gagal menjaga lisan dan sikap.
4. Membayangkan Hal yang Membangkitkan Syahwat
Membayangkan hal-hal yang membangkitkan syahwat, termasuk fantasi berhubungan suami istri, sangat berisiko membatalkan puasa jika sampai memicu keluarnya air mani secara sengaja.
Oleh karena itu, para ulama menghukumi aktivitas ini sebagai makruh dan sangat menganjurkan untuk dihindari. Esensi puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan ujian besar dalam mengendalikan pikiran dan hawa nafsu.
Baca Juga: 7 Hal yang Membatalkan Puasa di Bulan Ramadan 2026, Awas! Jangan Disepelekan
5. Mandi atau Menyelam Berlebihan
Mandi saat berpuasa pada dasarnya diperbolehkan dan tidak membatalkan. Namun, aktivitas seperti menyelam atau berkumur secara berlebihan dihukumi makruh karena besarnya risiko air masuk ke tenggorokan.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah sikap overconfidence atau terlalu meremehkan batas aman yang diam-diam berisiko membatalkan puasa kita.
6. Berbekam Saat Puasa
Meskipun tidak membatalkan puasa, sebagian ulama menghukumi bekam sebagai hal yang makruh. Hal ini dikarenakan aktivitas tersebut berisiko melemahkan kondisi fisik yang dapat menghambat kelancaran ibadah lainnya. Fokus utamanya adalah menjaga stamina agar kualitas ibadah tetap maksimal hingga waktu berbuka.
7. Tidur Terlalu Lama dan Mengabaikan Ibadah
Tidur saat berpuasa memang tidak membatalkan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan hingga mengabaikan produktivitas dan ibadah lainnya, hukumnya bisa menjadi makruh. Ingatlah bahwa puasa adalah ajang untuk meningkatkan kualitas spiritual, bukan sekadar pelarian dari rutinitas sehari-hari.
Baca Juga: Terlanjur Makan Saat Puasa Karena Lupa? Begini Hukumnya Menurut Islam
Strategi Meningkatkan Kualitas Ibadah Ramadan 2026
Masalah utama bukan pada sah atau tidaknya puasa, tetapi kualitasnya. Banyak orang fokus pada hal yang membatalkan, tetapi mengabaikan kebiasaan yang mengurangi pahala.
Berikut strategi untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadan 2026.
- Fokus pada kontrol diri, bukan sekadar menahan lapar.
- Identifikasi kebiasaan kecil yang merusak kualitas ibadah.
- Bangun rutinitas spiritual yang konsisten.
- Hindari gaya hidup Ramadan yang hanya berorientasi konsumsi.
Puasa bukan tentang seberapa lama kita mampu menahan lapar, melainkan seberapa kuat kita mampu mengendalikan diri. Ramadan 2026 adalah momentum bagi kita untuk naik kelas, dari sekadar menjalankan kewajiban secara fisik, menjadi ibadah yang menyentuh esensi spiritual.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil