JP Radar Kediri – Wudhu adalah salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah shalat.
Dalam Islam, wudhu bertujuan untuk mensucikan diri dari hadas kecil sebelum menjalankan ibadah tertentu seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan thawaf.
Salah satu rukun dalam wudhu menurut mayoritas ulama adalah niat, yang harus dilakukan di awal proses wudhu.
Apa itu niat wudhu? Secara bahasa, niat berarti maksud atau keinginan. Secara syar’i, niat adalah tekad dalam hati untuk melakukan suatu ibadah karena Allah SWT.
Dalam konteks wudhu, niat adalah kesadaran bahwa kita melakukan wudhu bukan karena kebiasaan atau menyegarkan diri, tetapi karena ingin beribadah kepada Allah.
Niat wudhu tidak harus diucapkan dengan lisan, karena tempat niat adalah di dalam hati.
Namun, dalam praktiknya, banyak umat Islam yang mengucapkan lafal niat wudhu sebagai bentuk membantu hati untuk lebih khusyuk.
Lafal Niat Wudhu (Arab dan Latin):
نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu al-wudhu’a li raf‘il hadatsil ashghari fardhan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku berniat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardhu karena Allah Ta‘ala.”
Niat dilakukan saat membasuh anggota wudhu pertama, yaitu ketika mulai membasuh wajah. Jika diniatkan sebelumnya pun masih sah, selama tidak lama tertunda.
Melafalkan niat dengan lisan tidak wajib, tetapi sunnah menurut sebagian ulama, selama bisa membantu hati untuk lebih fokus.
Adapun kesalahan umum dalam niat wudhu. Pertama, tidak tahu maksud berwudhu. Yakni Melakukan wudhu hanya karena rutinitas, bukan karena perintah Allah.
Kedua, melafalkan niat tapi tidak diniatkan dalam hati. Maka wudhu tidak sah, karena tempat niat adalah di hati.
Ketiga, menunda niat hingga pertengahan wudhu. Niat harus dilakukan sebelum atau saat membasuh anggota wudhu pertama (wajah).
Jadi, niat adalah inti dari semua ibadah, termasuk wudhu. Walaupun tidak wajib diucapkan, niat dalam hati harus ada agar wudhu sah secara syar’i.
Melafalkan niat bisa menjadi kebiasaan baik jika membantu kekhusyukan, namun jangan sampai hanya jadi hafalan tanpa makna. Setiap amal tergantung pada niatnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah